Jasad Janin Bayi Ditemukan dalam Saluran Air di Padang, Tali Pusar Masih Melekat

Dua personel kepolisian turun ke saluran air untuk mencari jasad janin bayi tersebut.

PADANG (Metrans)

Sesosok jasad janin bayi laki-laki ditemukan tersangkut di saluran air di Jalan Irigasi Pasar Baru, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (27/2) sekira pukul 13.00 WIB. Saat ditemukan, jasad bayi tersebut terlihat masih ada tali pusarnya.

Seorang saksi mata, Yanti (58) yang menemukan jasad janin itu mengatakan, dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa yang ia lihat merupakan jasad janin yang tersangkut di saluran air. Saat itu, dia hendak berwudhu untuk melaksanakan ibadah shalat zuhur.


"Saya melihatnya saat akan berwudhu untuk shalat zuhur, merasa curiga saya coba bolak-balik dengan kayu. Nah, untuk memastikan bahwa itu bayi, saya memanggil suami saya. Setelah dipastikan bahwa itu bayi, saya kemudian langsung melaporkan ke pihak Puskesmas Pauh," ujarnya saat diwawancara wartawan di lokasi kejadian.

Kepala Puskesmas Pauh, Muhammad Fardhan mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan berapa usia jasad janin bayi yang ditemukan di saluran air yang berada di depan kantornya itu. Hal itu merupakan kewenangan tim dokter dari pihak kepolisian.

"Kami juga tidak bisa memperkirakan, kapan jasadnya dibuang serta jenis kelaminnya, dikarenakan dibuang ke air, karena arus air akan mempercepat dari kerusakan organ-organ dari tubuh bayi," ujarnya.

Ia memastikan, bahwa jasad janin bayi malang yang ditemukan di saluran air itu tidak ada sangkut pautnya dengan Puskesmas dan ia menegaskan tidak ada tindakan aborsi di Puskesmas, karena aborsi merupakan tindakan ilegal.

"Kami tahunya siang dari buk Yanti warga yang di depan. Tapi yang jelas, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan kami juga siap membantu pihak kepolisian, baik itu keterangan maupun CCTV yang ada di Puskesmas ini," pungkasnya.

Sementara Tim Inafis Polresta Padang beserta jajaran Polsek Pauh yang mendapat informasi adanya penemuan jasad janin bayi tersebut langsung menuju ke lokasi. Tampak dua personel kepolisian turun ke saluran air untuk mencari jasad tersebut.

Bahkan, pihak kepolisian terpaksa merangkak ke bawah karena di atas saluran air terdapat sebuah bangunan semi permanen yang terbuat dari seng. Kurang lebih beberapa menit kemudian, akhirnya jasad janin bayi dapat ditemukan.

Kondisi bayi tampak berwarna putih kemerah-merahan. Belum jelas jenis kelamin bayi tersebut. Usai dievakuasi, tim Inafis Polresta Padang membungkus jasad bayi itu dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Kapolsek Pauh, Kompol Hamidi saat dikonfirmasi mengatakan, setelah anggota Polsek Pauh beserta unit Identifikasi Polresta Padang membawa jasad bayi tersebut ke rumah sakit Bhayangkara, diketahui bahwa janin tersebut berjenis kelamin laki-laki.

"Diperkirakan mayat bayi tersebut berumur kandungan 7 bulan. Berdasarkan pengamatan bidan Puskesmas, bayi tersebut lahir prematur serta ditandai tubuh bayi yang masih kecil, adanya ari-ari dan tali pusar yang melekat di tubuh bayi tersebut," sebut Hamidi.

Dikatakannya, penemuan bayi pertama kali oleh seorang warga bernama Asna Wirayanti (55) yang hendak buang air kecil di dapurnya yang mana di bawah dapurnya tersebut bandar selokan.

"Di saat saksi melihat ke arah bawah melalui lubang kisi-kisi dapur, saksi terkejut melihat sosok berbentuk bayi yang tersangkut di bagian dinding selokan tersebut," jelas Hamidi.

Karena melihat hal tersebut, saksi langsung memberitahukan kepada warga lainnya, yang langsung beramai-ramai datang ke lokasi untuk menyaksikan hal tersebut, yang selanjutnya memberitahukan temuan kepada pihak kepolisian.

"Pada pukul 13.40 WIB sebanyak 5 orang personel Polsek Pauh mendatangi dan mengamankan TKP dan selanjutnya diberitahukan ke piket SPKT dan piket Identifikasi Polresta Padang, dan pukul 14.10 WIB datang piket SPKT, piket Identifikasi Polresta Padang, selanjutnya mayat bayi tersebut dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum," tandasnya.


Jangan Lewatkan