Jelang Pilkada Serentak, PDI Perjuangan Sumbar akan Bentuk Satgas Anti Hoax

DPD PDI Perjuangan Sumbar saat menggelar Rakerda di Hotel Mercure Padang, Sabtu (22/2).

PADANG (Metrans)

Menjelang perhelatan Pilkada serentak 2020, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Barat (Sumbar) akan membentuk Satuan Tugas (satgas) Anti Hoax. Satgas ini dibentuk karena gempuran fitnah dan berita hoax yang berseliweran saat Pilpres dan Pileg 2019 lalu diprediksi terulang di Pilkada 2020 ini.

"Belajar dari tahun politik pada 2019 kemarin, maka kami akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Hoax. Karena bagi kami kampanye dan penjabaran demokrasi itu sendiri tidak dicederai oleh fitnah," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman saat menggelar Rakerda di Hotel Mercure Padang, Sabtu (22/2).


Ditambahkannya, Satgas Anti Hoax ini akan dibentuk di 13 kabupaten/kota se-Sumbar. Sebab, jika dilihat fenomena hoax dan fitnah dalam perhelatan Pilpres dan Pileg 2019 kemarin, tidak akan berhenti dalam Pilkada 2020 sekarang.

"Untuk Satgas yang akan dibentuk, secara teknisnya akan kami fasilitasi dan menelusuri adanya hoax-hoax serta menempuh jalur hukum jika ditemukan," tuturnya lagi.

Lebih lanjut, kata dia, Sumbar dalam hal ini sangat optimis, bahwa akan ada pengalaman baru yang akan ditempuh terkait Pilkada. Contohnya di Solok Selatan, dimana PDI Perjuangan tidak memiliki kursi tetapi Ketua DPC maju menjadi calon Bupati dari jalur perseorangan.

"Kami telah melakukan komunikasi yang intens dan telah bersepakat untuk menunggu momentum yang untuk mendeklarasikan para bakal calon dalam tataran koalisi Golkar, PDI Perjuangan dan PKB," bebernya.

Kemudian hal itu dipertegas Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Bidang Industri, Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, Nusyirwan Sujono terkait ide pembentukan satgas yang akan dibentuk dalam memerangi hoax yang akan mencuat pada Pilkada 2020.

"Fitnah dan kampanye hitam, memang bukan cerminan perilaku kadernya dan kita tidak diajarkan untuk berkampanye secara brutal dan tidak bermartabat, mencari-cari kesalahan orang diblowup di medos dan sebagainya," ungkap Nusirwan.

Tetapi yang harus diingat, tegas dia, kepada kadernya di daerah, jangan terlalu larut dengan kegagalan masa lalu, seperti yang dialamai PDI Perjuangan Sumbar pada Pilpres dan Pileg 2019 dan PDI Perjuangan punya karakter khusus yang tak dimiliki partai lain.

"Kita selama 10 tahun dikucilkan dan berada di luar pemerintahan, tapi setalah itu, kita dua kali periode jadi pemenang Pemilu. Ini merupakan suatu kelebihan yang kita miliki," tandasnya.

Diketahui, Rakerda ini dihadiri oleh seluruh kader dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan seluruh Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumbar. Selain kader dan pengurus partai, dalam Rakerda juga tampak hadir calon-calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada 2020 yang telah mendaftar di partai PDI Perjuangan, seperti Mulyadi, Benny Utama, Hendra Irwan Rahim, Hendrajoni, Arival Boy, juga sejumlah kader yang kembali maju menjadi calon kepala daerah seperti Sutan Rizka Tuanku Kerajaan, Irfendi Arbi dan lainnya.


Jangan Lewatkan