oleh



Juga Alami Trauma Mendalam, Remaja 17 Tahun yang Diperkosa Bergilir di Padang Pariaman Hamil 5 Bulan

PADANG PARIAMAN (Metrans)

DP, gadis 17 tahun yang diperkosa oleh pacarnya beserta 6 orang lainnya di Toboh Ketek, Nagari Toboh, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman kembali harus menghadapi kenyataan pahit. Dia kini berbadan dua akibat perbuatan bejat para pelaku.

DP diketahui tengah hamil lima bulan. Tak hanya itu, DP juga mengalami trauma mendalam hingga harus mendapatkan perawatan dari psikater RSUD Padang Pariaman guna pemulihan psikologisnya.


"Korban tersebut akibatnya mengalami trauma mendalam. Kini tengah ditangani oleh psikater RSUD (Padang Pariaman) dan tengah hamil lima bulan," ungkap Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon ketika dihubungi, Sabtu (13/9).

Selama lima bulan, kata Lija, korban ternyata merahasiakan kejadian yang dialaminya kepada siapapun, termasuk orang tuanya hingga akhirnya terungkap ia hamil.

"Orang tua DP akhirnya mengetahui bahwa anaknya berbadan dua. Setelah ditanya, korban mengaku, hingga melaporkan kejadian itu kepada kami," pungkasnya.

Sebelumnya, Unit PPA Satreskrim Polres Padang Pariaman meringkus empat pelaku dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Toboh Ketek, Nagari Toboh, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (11/9) sekira pukul 15.30 WIB.

Keempat pelaku tersebut yakni Rendy Zulka Putra (17), Samsul Hidayat (23), Nofrialdi Rasid (25), Jejen Taufik (20). Mereka ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor: LP/119/IX/2019/Polres tanggal 10 September 2019.

"Pertama, perbuatan tersebut dilakukan pada Februari 2019. Korban berinisial DP (17) diketahui berpacaran dengan tersangka Rendy Zulka. Karena telah berpacaran, tersangka Rendy menanyakan korban apakah masih perawan atau tidak," ungkap Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon ketika dihubungi Metrans, Jumat (13/9).

Kemudian, kata dia, tersangka Rendy meminta langsung meminta jatah dengan korban sebagai bukti cinta keduanya. Namun, korban tak mau memenuhi permintaan Rendy.

"Tak terima dengan jawaban tersebut, tersangka Rendy kemudian mengajak korban pergi jalan dan dibawa ke sebuah gudang pembuatan batu bata. Di sana, tersangka Rendy menyetubuhi korban untuk pertama kalinya dan diulang kembali dua minggu berturut-turut di tempat yang sama. Sehingga perbuatan tersebut dapat dilakukannya sebanyak tiga kali bersama ketiga pelaku lainnya yang berhasil ditangkap," lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada bulan April 2019, hal yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban diketahui oleh salah seorang pelaku (masih DPO -red). Kemudian, pelaku membawa dan mengajak korban untuk melakukan perbutan persetubuhan dimana awalnya korban tidak mau, namun diancam oleh pelaku, kalau tidak mau melakukan akan disebar luaskan pada masyarakat.

Karena takut, kata Lija, korban menuruti atas permintaan pelaku, selanjutnya pelaku membawa tiga temannya yang lain (masih DPO -red) untuk melakukan perbutan persetubuhan dengan cara bergantian.

"Jadi total pelakunya ada 7 orang. Kita sudah berhasil menangkap 4 orang pelaku, sementara 3 orang pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO) kami. Kini, keempat pelaku yang ditangkap, telah kami amankan di Mapolres guna penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

[Raihan Al Karim]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru