Jumat Depan, Rumah Sakit Unand Jadi RS Rujukan Covid-19

Rumah Sakit Universitas Andalas. (Foto: Ist)

PADANG (Metrans)

Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk merawat pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19. Diperkirakan, operasional rumah sakit ini akan mulai dilakukan pada Jumat (10/4) mendatang.

"Sore ini, saya meninjau finalisasi persiapan gedung termasuk peralatan dan prasarana. Ruangan sudah siap, tapi ada beberapa yang harus disiapkan, seperti kemampuan daya listrik. Perkiraan hari Rabu semuanya selesai, sehingga hari Jumat semoga sudah bisa dipakai untuk pasien rujukan Covid-19," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit didampingi Direktur Utama RS Unand, dr Yevri Zulfiqar dan Wakil Rektor I Unand, Mansyurdin, Minggu (5/4).


Ia berharap, dengan selesainya rehabilitasi gedung, serta persiapan sarana dan prasarana serta kelengkapan-kelengkapan alat medis yang ada di RS Unand ini, akan menambah jumlah tempat tidur yang bisa melakukan perawatan pasien yang terjangkit Covid-19.

"Semoga bisa menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19. Di RS Unand, telah disiapkan 12 tempat tidur lengkap dengan kamar mandi, sehingga bisa membantu rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya seperti di Rumah Sakit Pariaman, Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi, dan Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang," kata dia.

Menurutnya, RS Unand telah ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan pasien yang terjangkit Covid-19 setelah diusulkan ke Kementerian Kesehatan RI.

"RS Unand langsung ditunjuk rumah sakit rujukan. Sudah diusulkan ke Kementerian Kesehatan. Di samping awalnya hanya RS M Djamil Padang, RS Ahmad Muchtar Bukittinggi, RSUD Rasidin Padang, kemudian di Pariaman dan RS Solok," beber dia.

Di samping itu, untuk kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, pihaknya akan menyiapkan dan melengkapi secara bertahap. 

"APD sih tidak lengkap. Kita secara bertahap terus, besok ada yang datang dan kita bagi, lusa datang kita bagi. Pokoknya ada stok, kita bagi termasuk untuk petugas di perbatasan. Namun prioritas adalah tenaga medis di rumah sakit yang melayani pasien Covid-19. Karena tenaga medis utama harus kita lindungi," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RS Unand, dr Yevri Zulfiqar menambahkan, kesiapan medis dan fasilitas di rumah sakitnya sudah mendapatkan bantuan daripemerintah daerah tingkat satu dan dua.

"Ada 12 kamar yang kami siapkan lengkap dengan air conditioner (AC) dan televisi, salah satunya kita peruntukkan untuk Intensive Care Unit (ICU) kalau memang ada pasien yang membutuhkannya. Kemudian kita juga ada tim medis di antaranya 5 dokter spesialis paru, 8 dokter spesialis penyakit dalam serta 12 perawat dibantu Fakultas Kedokteran Unand dengan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk melayani pasien," tambah dia.

Lebih lanjut kata dia, hingga saat ini, pihaknya sudah melayani sebanyak 53 Orang Dalam Pantauan (ODP), kemudian 5 Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Untuk 4 PDP, karena gedung sedang direnovasi, mereka dikirim ke RS M Djamil Padang dan hasilnya negatif Covid-19.

"Pasien yang sudah kami layani ada 53 ODP. Untuk 4 dari 5 PDP, karena tempat lagi direnovasi dan dikirim ke M Djamil, Alhamdulillah negatif. Jadi ke depan para PDP kami khususkan ruangannya, artinya 1 pasien, 1 kamar dan telah diseleksi," beber dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memiliki alat ronsen di tempat (ronsen portable). Alat ini berfungsi untuk memastikan kondisi paru-paru pasien yang terindikasi terjangkit Covid-19. Kemudian pihaknya juga telah menyiapkan 1 unit ventilator yang dipinjamkan dari RS Lubuk Alung. 

"Ronsen portable kita sudah punya, serta 1 ventilator yang dipinjamkan Pak Wakil Gubernur dari RS Lubuk Alung. Alat ronsen ini, untuk memastikan paru pasien. Kemudian diperiksakan labornya. Untuk mengirim swab tenggorokan, kita kirim ke labor di Fakultas Kedokteran dan kita sudah mempunyai 3 orang yang terlatih untuk itu," pungkasnya.

[Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan