Kapal Wisata Pembawa Rombongan Guru Tenggelam di Pariaman, Satu Tewas, Satu Kritis

Korban kapal tenggelam yang dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Pariaman.

ANGSO DUO (Metrans)

Satu kapal pembawa belasan wisatawan dari Pantai Gandoriah menuju Pulau Angso Duo, tenggelam di perairan Pariaman, Sabtu (26/10) sekira pukul 15.15 WIB.

Diduga, kapal yang diketahui juga mengangkut 12 guru SMP Negeri 1 Palupuah Agam yang akan berwisata ke Pulau Angso Duo Kota Pariaman itu tenggelam akibat hempasan ombak sehingga kapal mengalami kebocoran.


Akibat kejadian tersebut, satu penumpang dikabarkan tewas dan satu penumpang lainnya kritis, sedangkan belasan penumpang lainnya berhasil selamat.

Petugas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pariaman, Rudi Yunus yang berada di Pulau Angso Duo mengungkapkan, sebelum kejadian itu, dari jarak jauh terlihat bahwa kapal itu sudah oleng. Kemudian, dari jarak 50 meter dari Pulau Angso Duo, kapal tersebut terlihat tenggelam.

"Evakuasi dilakukan oleh petugas dan masyarakat setempat dengan cara berenang dan menggunakan pelampung yang ada. Setelah dievakuasi, langsung dinaikkan ke atas kapal dan dibawa ke RSUD Pariaman," jelasnya.

Ia juga membenarkan, dari 12 orang rombongan guru SMP N 1 Palupuah, satu di antaranya meninggal dunia dan satu orang guru dilaporkan masih kritis.

Salah satu di antara rombongan guru yang juga Kepala Sekolah SMP N 1 Palupuah, Tambril (55) mengungkapkan, korban yang meninggal dunia yaitu Masyirida (45). Korban merupakan guru keterampilan di sekolah yang berasal dari Bukittinggi, sedangkan yang masih kritis yaitu Ina Kartika (50)

Tambril menjelaskan, rombongannya berangkat menuju Pulau Angso Duo dari Pantai Gandoriah menggunakan kapal wisata tanpa tiket atau karcis. Namun ia mengaku, mereka diminta untuk membayar per orangnya sebesar Rp30 ribu.

Dalam perjalanan menuju kapal tersebut, lanjut dia, kapal sempat mengalami kebocoran dan digenangi air, namun sudah ditimba oleh anak buah kapal (ABK). Akan tetapi, air tak kunjung berkurang, bahkan bertambah penuh hingga kapal tenggelam.

"Dalam kondisi tersebut, kami sudah minta kepada nahkoda kapal agar balik lagi ke tepi, namun tetap membantah bahwa masih aman sampai ditujuan," terangnya.

Pantauan di lapangan, meski belum ada data pasti berapa jumlah penumpang yang di atas kapal tersebut, namun dari keterangan beberapa korban menyebutkan bahwa di atas kapal ditumpangi lebih dari 20 orang.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Pariaman, Hamdani menyampaikan, pemerintah daerah akan mengantarkan semua korban ke rumahnya masing-masing, termasuk korban yang meninggal dunia. 

Kemudian atas kejadian ini, lanjut dia, pihaknya akan memanggil semua petugas yang terlibat untuk dimintai keterangannya, terutama tentang kelalaian safety sehingga musibah ini bisa terjadi.

[Syafrial Suger]


Jangan Lewatkan