oleh

SEBABKAN KOZON MENINGGAL DUNIA

Kasus Gigitan Anjing Gila di Nagari Kinari Dilaporkan ke FKSS

AROSUKA (Metrans)
Kasus gigitan anjing gila Hewan Pembawa Rabies (HPR) di Nagari Kinari yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan seorang lainnya dirawat intensif baru-baru ini, dilaporkan ke Ketua Forum Kabupaten Solok Sehat (FKSS) H Syafrizal Ben dan Sekcam Kecamatan Bukit Sundi Mawardi SPd, MM di Muaro Paneh, Rabu (5/04).

"Korban meninggal dunia akibat digigit anjing gila di Kinari belum lama ini bernama Afrizon panggilan Kozon (18), sedangkan yang dirawat adalah Adrian," kata Wali Nagari Kinari, H Bustani Mangguang Sati di kantor Camat Bukit Sundi di Nagari Muaro Paneh. 

Kasus gigitan anjing gila yang meresahkan masyarakat itu, dilaporkan Wali Nagari Kinari H Bustani, pada acara rapat pertemuan Forum Kecamatan Sehat dan Pokja Nagari Sehat yang juga dihadiri Wakapolsek Bukit Sundi Iptu Febrino dan anggota Koramil setempat Sertu Puji S Narko dan hadirin lainya.


Wali Nagari Kinari H Bustani meminta Ketua Forum Kabupaten Solok Sehat (FKSS) Syafrizal Ben dan Sekcam Bukit Sundi Mawardi, untuk bisa memfasilitasi penanganan kasus gigitan anjing gila tersebut, termasuk memberantasnya dengan dinas/instansi terkait di Pemkab Solok.

Seperti dengan UPT Puskeswan Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan juga Dinas Kesehatan untuk penanganan medis bagi korban gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) didaerah itu seperti anjing, kucing dan kera.

Bahkan kata H Bustani menyebutkan, karena masyarakat Nagari Kinari sudah sangat resah dengan banyaknya anjing gila dan anjing liar yang berkeliaran di Nagari berpenduduk 5 ribuan jiwa itu, dirinya meminta petugas menembak mati saja anjing gila atau anjing liar yang didapati tengah berkeliaran disekitar kawasan nagari setempat.

Pemerintahan Nagari Kinari, kata Bustani Mangguang Sati mengemukakan, dibantu ratusan warga setempat, telah dua kali mencoba melakukan upaya pemberantasan anjing liar yang berkeliaran di Nagari setempat. Dalam rangka mencegah dan mengantisipasi terulangnya kasus gigitan anjing gila yang mengancam keselamatan warga.

Namun katanya, dari dua kali upaya pemberantasan dan pemusnahan anjing gila dan anjing liar yang dilakukan warga dengan cara memberi umpan makanan berupa kue 'godok' yang sudah dibubuhi racun itu, hanya berhasil membunuh 2 ekor anjing gila yang kedapatan tengah berkeliaran di nagari Kinari.

Selain itu kata Bustani Mangguang Sati mengemukakan, pihaknya juga sudah melakukan vaksinasi terhadap seratusan anjing 'paburu' atau anjing peliharaan milik masyarakat yang memang kusus dipelihara  untuk olah raga berburu babi diwilayah kanagarian setempat.

Ketua Forum Kabupaten Solok Sehat (FKSS) H Syafrizal Ben didampingi Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Bukit Sundi Mawardi mengatakan, akan memfasilitasi pemerintahan Nagari Kinari dengan Dinas Pertanian melalui UPT Keswan Setempat dan dinas terkait lainya, dalam upaya memberantas anjing liar atau anjing gila yang berkeliaran di Nagari Kinari.

"Tak hanya untuk di Nagari Kinari saja adalah juga tugas pengurus Forum Kabupaten Solok Sehat dan Dinas terkait lainnya seperti Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan untuk memberantas dan meminimalisir terjadinya kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) diselurun Nagari di Kabupaten Solok," tutur Syafrizal Ben.

Ia menyebutkan, kedatangan empat Tim yang dibentuk Forum Kabupaten Solok Sehat yang turun melakukan pertemuan dengan masyarakat termasuk perangkat Wali Nagari dan Kecamatan, memang dalam rangka menampung aspirasi dan menerima saran masukan dari masyarakat terkait masalah kesehatan, sanitasi kebersihan, lingkungan hidup, perekonomian dan masalah lainnya.

Forum Kabupaten Solok Sehat (FKSS) kata Syafrizal Ben mengemukakan, juga akan membawa dan membahas kasus gigitan anjing gila di Nagari Kinari itu, pada rapat pengurus FKSS di Arosuka dengan dinas/instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, dan Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup yang juga pejabatnya merupakan pengurus Forum Kabupaten Solok Sehat.

"Forum Kabupaten Solok Sehat  sangat mengapresiasi dukungan penuh pemerintah Kecamatan dan Wali Nagari beserta jajaran termasuk elemen masyarakat lainya, dalam rangka persiapan mengikuti lomba dibidang kesehatan Swasti Saba Wiwerda Tahun 2017," tuturnya.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru