04 Des 2017 | 21:39:47 WIB
Pewarta : Milhendra Wandi



Kemenkominfo, DPR dan BP3TI Gelar Diskusi Publik di Painan

Kemenkominfo, DPR dan BP3TI Gelar Diskusi Publik di Painan

Ilustrasi


PAINAN (Metrans)

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Komisi 1 DPRRI dan BP3TI menggelar Diskusi Publik  tentang optimalisasi edukasi dan literasi media internet dalam merawat Kebhinekaan dan mengokohkan persatuan bangsa, Senin (4/12) di Hotel Hannah Painan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pesisir Selatan diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdakab Gunawan diikuti peserta sebanyak 200 orang yang terdiri dari Pengurus OSIS SMA/SMK Pessel, mahasiswa Akademi Komunitas,   STAI MA Bayang, STAI Al Iklas Painan, dosen dan tokoh masyarakat Pesisir Selatan.


Hadir dalam kegiatan ini, Staf Ahli Kemenkominfo, Gun Gun Siswandi, Tenaga Ahli Anggota DPRRI, Doni Harsiva Yandra, Dosen Sosiologi UNP dan Pengamat Media, Eka Vidya Putra,Sekretaris Dinas Kominfo, Adri dan Kabag Humas, Wendi.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdakab Pessel, Gunawan menyambut positif kegiatan diskusi publik yang digelar oleh Kemenkominfo bekerjasama dengan Komisi 1 DPR RI dan BP3TI tersebut.

Menurutnya, masyarakat harus lebih hati-hati kemudian dengan bijak dalam menyikapi imformasi adanya kemajuan tekonologi saat ini. Dan Jangan mudah percaya dan terpengaruh kepada suatu isu namun harus mencari kebenaran dari isu tersebut  agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat .

"Kita melihat perkembangan media komunikasi dan informasi dewasa ini sangatlah pesat. Akan tetapi kita perlu mewaspadai dampak negatifnya, apalagi bagi pelajar dan generasi muda yang relatif masih labil," katanya.

Teknologi informasi seharusnya dapat digunakan untuk mencerdaskan   dan  mengatasi kesenjangan digital antar wilayah. Tapi, saat ini kendalanya adalah hoax yang justru mendorong suatu kebencian hingga dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa", katanya lagi.

Sementara itu, Staf Ahli Kemenkominfo yang juga bertindak sebagai narasumber, Gun Gun Siswandi menyampaikan bahaya hoax, banyak diterima oleh orang yang tidak pernah mengkroscek kebenaran tentang isi informasi tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin, akibat hoax perseteruan antar masyarakat atau golongan terjadi.

“Kita dari Kementrian Kominfo akan terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya leterasi media internet untuk menangkal hoax, baik peningkatan anggaran untuk menggelar berbagai kegiatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat," sebutnya.

Ia mengatakan Indonesia sebagai negara kedua terbesar pengguna media internet Facebook. Penggunaan media itu hendaknya dilakukan dengan baik, tidak boleh disalahgunakan.

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook