26 Nov 2017 | 16:24:23 WIB
Pewarta : Perdana Putra



Kendati Terima Adipura, Pengolahan Sampah Masih Mangkrak di Padang

Kendati Terima Adipura, Pengolahan Sampah Masih Mangkrak di Padang

Pendiri Rumah Sarok Padang meninjau TPA Aia Dingin


PADANG (Metrans)

Kendati Kota Padang baru saja menerima Adipura, ternyata persoalan sampah belum sepenuhnya teratasi. Setidaknya, delapan tempat pengolahan sampah (TPS 3R) masih belum bisa beroperasi maksimal diantaranya Jati, Gaduik, Rawang dan bahkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aia Dingin.

"Saya sudah  meninjau tempat pengolahan sampah di daerah Jati, Gaduik, Rawang, dan bahkan sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA) Aia Dingin. Semuanya mangkrak atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. Berdasarkan hitungan Kami, miliran anggaran tidak termanfaatkan," ujar pendiri Rumah Sarok di Padang, Faldo Maldini kepada Metrans, Minggu (26/11) di Padang.


Menurut Faldo, pihaknya Rumah Sarok sudah menandatangani nota kesepakatan dengan bank sampah se-Kota Padang beberapa waktu lalu. Rumah Sarok dalam waktu dekat juga akan melakukan pelatihan dan bulan depan akan mendatangkan mesin pengolahan sampah.

Pengelolaan sampah di Kota Padang, menurut Faldo tidak akan dapat bekerja jika pemerintah bergerak sendirian. Ia berpendapat, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat secara sistematis. 

"Secara matematis, pengelolaan sampah akan menghabiskan Rp1 juta hingga Rp1,1 juta per ton sampah. Pemerintah di seluruh Indonesia hanya punya anggaran paling besar Rp350 ribu untuk mengelola satu ton sampah. Ada selisih sebesar Rp750 ribu. Kalau sehari produksi rata-rata sampah di Padang 520 ton, paling tidak butuh Rp140 miliar tambahan setiap tahun. Kalau itu tidak dicarikan solusinya dengan menggandeng pihak ketiga, TPA kita akan penuh. Kota Padang bisa tertimbun sampah beberapa tahun lagi," ujar mantan Ketua BEM Universitas Indonesia itu. 

Pendiri Pulangkampuang.com itu mengatakan, ia sudah bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Padang, Al Amin. Menurutnya, anggaran yang dimiliki DLHK belum memadai untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di Padang.

"Saya sudah beraudiensi dengan Pak Al Amin. Anggaran 2018 untuk memaksimalkan bank sampah ternyata sangat kecil, cuma Rp1 miliar, ditambah Rp400 juta untuk sosialisasi. Itu masih berbentuk bantuan, bukan peningkatan kinerja. Idealnya, Padang butuh Rp3 miliar untuk setiap titik pengelolaan sampah. Artinya, butuh anggaran sekitar Rp20 miliar," ucap mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Inggris Raya itu. 

Melalui Rumah Sarok, Faldo ingin mendorong percepatan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Selain itu,  ia membangun beberapa titik pengolahan sampah yang didukung oleh investor-investor nasional.

"Masyarakat harus diedukasi, lalu investor di bidang pengelolaan sampah harus diyakinkan masuk. Alhamdulillah, Rumah Sarok sudah meyakinkan beberapa investor. Pada bulan ini, kami sudah mulai bekerja. Insya Allah, jika masyarakat selalu mendukung, tempat pengelolaan sampah yang mangkrak akan kami bantu untuk memfungsikannya kembali," ujar lulusan Ilmu Fisika Imperial Collage London itu. 

Kepala Dinas LHK Al Amin membenarkan pertemuan dengan Faldo Maldini. Ia mengatakan, Pemko Padang akan menganggarkan Rp10 juta untuk setiap bank sampah di tiap kelurahan di Padang pada 2018.

Al Amin menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk menunjang transaksi pembelian sampah saja. Sementara itu, titik-titik pengolahan sampah yang selama ini mangkrak masih belum mendapat perhatian Pemko.

“Padang memiliki 17 bank sampah induk yang tersebar di beberapa kecamatan. Di samping itu, ada bank sampah di tiap kelurahan. Untuk lebih menggairahkan pengelolaan bank sampah itu, kami memberikan satu kelurahan dana Rp10 juta. Dana itu diberikan agar pengelola bank sampah membeli sampah dari masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Al Amin berharap bank sampah dapat beraktivitas kembali. Pihaknya juga akan mengevaluasi penggunaan bantuan tersebut.

“Yang penting bank sampah ini berjalan dulu. Nanti, kami lihat perkembangannya," tuturnya. (pep)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook