oleh



Kepala BNPB Adakan Kuliah Umum di UNP

PADANG (Metrans)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan kuliah umum di Universitas Negeri Padang dengan tema Peranan Civitas Akademika Dalam Penanggulangan Bencana Alam, dengan tujuan untuk memberikan pendidikan kebencanaan bagi mahasiswa, Rabu (3/5).

"Sumatera Barat (Sumbar) adalah wilayah zona merah untuk urusan bencana diantaranya gempa bumi, banjir dan masih banyak lagi," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Padang di Padang, Rabu (3/5).


Dalam acara ini Willem Rampangilei mangatakan bukan hanya wilayah Sumbar saja, tapi wilayah Indonesia rawan terhadap gempa bumi, baik dari jalur subduksi maupun sasar yang ada di daratan. Jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana. penataan ruang pada daerah rawan gempa sangan berperan penting.

"Dampak bencana sangatlah besar, besar dalam artian kerugian material dan trouma terhadap dampak bencana, lebih baik kehilangan harta dari pada hilang anggota keluarga, harta bisa di cari anggota keluarga yang hilang tidak bisa kembali lagi," ujarya.

Ia menjelaskan pada tahun 2002 sampai 2016 rata-rata kerugian dan kerusakan akibat bencana diperkirakan Rp30 trilyun. kerugian ekonomi ini di luar bencana besar.

"Saat tanggap darurat bencana secara bersamaan dilaksanakan pembangunan perumahan, fasilitas sosial dan umum yang rusak akibat bencana dilakukan pada saat tanggap darurat. Tanpa harus  menunggu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar pelayanan kepada masyarakat sesegera mungkin dapat terus terlayani dengan baik," tambahnya.

Ia berharap dengan adanya mata kuliah umum ini Universitas Negeri Padang dapat berperan nyata dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi terkait penanggulangan bencana di wilayah Sumatera Barat. Pendidikan terkait penanggulangan bencana seperti kurikulum, prodi, pendidikan keguruan, dan tematik lainnya belum banyak dilakukan di Indonesia. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Universitas Negeri Padang. End to end dalam penanggulangan bencana adalah dari manusia ke manusia. Yang kita bangun adalah manusia yang tangguh menghadapi bencana.

Sementara itu Rektor Universitas Negeri Padang Prof Ganefri, PH, D. Menyambut baik dengan adanya mata kuliah umum yang diadakan di sini, dan suatu kebanggan bagi UNP dengan kedatangan Kepala BNBP Pusat.

"Dengan adanya mata kuliah umum yang diadakan UNP ini bisa memberi dampak positif bagi mahasiswa yang takut dengan bencana dan tahu apa yang dilakukan saat bencana datang," ujarnya.

Ia menambahkan penganggulaan bencana adalah multidisiblin, multisektor dan multidimensi sehingga Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diterapkan dalam penanggulangan bencana, baik pra bencana, tanggap dalurat dan pascabencana.

"Peranan Civitas Akademika dalam Penanggulangan Bencana Alam, bisa membuat jutaan anak sekolah terancam dari gempa. Anak sekolah termasuk kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus. Pendidikan kebencanaan penting, karena melindungi anak-anak, guru, dan seluruh warga sekolah kematian dan cedera akibat bencana yang terjadi melindungi investasi di sektor pendidikan, keberlanjutan pendidikan, memperkuat ketangguhan warga terhadap bencana melalui pendidikan," harapannya.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru