oleh



Kisruh Oknum Polisi dan Satpol PP Kota Padang Berakhir Damai

PADANG (Metrans)

Pasca penyerangan Markas Komando Satuan Polisi Pamong Praja (Mako Satpol PP) Kota Padang yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Daerah Sumatera Barat yang terjadi pada Selasa (23/5) dinihari sekitar pukul 00.10 WIB berakhir damai usai Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di rumah Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Padang, Dian Fakri usai rapat Forkopimda mengatakan memang benar yang menyerang itu adalah oknum Polda Sumbar dan terjadi karena ada cekcok dengan anggota Satpol PP Kota Padang.


Ia mengatakan, kejadian ini bermula karena oknum anggota Polda Sumbar ini menegur salah seorang anggota Pol PP saat melintas di jalan Alai. Karena tidak terima ditegur, anggota Satpol PP Kota Padang tersebut mendatangi lokasi dan mencari anggota Dalmas tersebut hingga terjadi bentrok di depan Mako Satpol PP Kota Padang

"Memang benar oknum yang menyerang adalah anggota Polda Sumbar. Usai rapat Forkopimda digelar di rumah Walikota, semua berakhir damai dan dipastikan tidak akan ada lagi kejadian yang sama," kata Kasat Pol PP Kota Padang Dian Fakri kepada Metrans, Selasa (23/5).

"Rapat Forkopimda ini dilakukan pukul 10.00 WIB di rumah Walikota Padang dan dipimpin langsung oleh Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah serta dihadiri oleh Kapolresta Padang, Wakapolresta Padang, Dandenpom, Wadan Pomal, Ketua Pengadilan Negeri, kemudian dari Kejaksaan, dari Polda Sumbar, dari Propam Polda Sumbar," katanya.

Ia mengatakan, anggota Polda Sumbar yang menyerang itu mengendarai sekitar 50 unit kendaraan bermotor. Dari barang bukti yang berhasil didapatkan 1 unit sepeda motor, 1 unit plat nomor, dan 1 buah baret yang diduga dimiliki oleh anggota Polda Sumbar.

"Kalau untuk korban, hanya saja 2 orang anggota kami luka-luka ringan. Tapi, saya belum tahu kondisi anggota kami yang menjadi korban dalam insiden ini. Dan saya belum sempat menjenguk dan melihat situasi terkini dari anggota saya," tambahnya.

"Kita memang harus berdamai. Kita menjaga kesatuan. Karena kita sama-sama penegak hukum. Dari dulu kan kita terkenal akrab. Hanya saja karena ada anak-anak kita yang salah paham di lapangan. Namanya juga anak muda. Ngapain harus bermusuhan? Ambil saja hikmahnya ini dalam bersilaturahmi dan menambah keakraban dengan anggota kepolisian," katanya.

Ia mengatakan, kejadian seperti ini tidak akan berlanjut dan tidak akan terulang lagi. Karena kejadian malam itu hanya karena unsur kesalahpahaman.

Menyikapi hal ini Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pihaknya beserta jajaran Forkopimda Kota Padang tetap bersinergi untuk menjaga ketenangan dan kedamaian di kota ini.

"Selain itu kami juga berupaya untuk menangkal pihak-pihak yang ingin melakukan provokosi," katanya mengakhiri. (han)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru