oleh



Komite Sekolah di Padang Diduga Pungli untuk Beli Komputer UNBK, Orang Tua Siswa Melapor ke Ombudsman

PADANG (Metrans)

Sejumlah orang tua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Padang melapor ke Ombudsman terkait dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan komite sekolah.

Menurut sejumlah orang tua siswa yang melapor, setiap murid dibebankan biaya dengan jumlah ratusan ribu untuk pembelian komputer sekolah yang akan dipergunakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).


Asisten Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi mengatakan, sesuai Pasal 24 UU 37/2008 tentang Ombudsman, pelapor minta identitasnya dirahasiakan. Namun begitu, Adel mengatakan, pelapor adalah orang tua dari anak-anaknya yang sekolah di SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 20 Padang.

"Ada sejumlah orang tua murid datang, lengkap dengan dokumen terkait, seperti surat permintaan sumbangan," kata Adel, Jumat (8/11).

Laporan mengenai dugaan permintaan uang oleh komite SMPN 10 dan SMPN 20 Padang beragam. Di antaranya Rp250 ribu untuk siswa kelas 3, dan Rp150 ribu untuk siswa kelas 1 dan 2.

Uang sumbangan yang dipungut ini, kata Adel, rencannya akan digunakan untuk membeli 38 unit komputer sekolah guna memenuhi pelaksanaan UNBK.

Menurut pelapor, pihaknya tidak pernah diajak atau diundang dalam rapat komite, namun tiba-tiba ada keputusan rapat untuk meminta uang tersebut.

Selain itu, pelapor juga mempermasalahkan bahwa yang dipungut komite bukan sumbangan, melainkan pungutan yang sudah ada jumlahnya.

"Karena jumlah sudah ditentukan, padahal sumbangan tidak terikat dengan jumlah dan waktu pembayaran," sambung dia.

Adel menyatakan, laporan yang dimasukkan oleh para orang tua murid dinyatakan lengkap secara formil dan materil. Dia juga mengatakan, akan segera memproses laporan tersebut.

"Bentuk tindaklanjutnya bagian dari strategi kami," tutup dia. (Rina)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru