19 Okt 2017 | 21:21:09 WIB
Pewarta : Novrizal Sadewa


KERJASAMA DENGAN SENDRATASIK UNP
Komunitas Diskresi Kupas Musik dari Timur ke Barat

Komunitas Diskresi Kupas Musik dari Timur ke Barat

Suasana bincang seni Kounitas Diskresi di Pelataran Sendratasik UNP (Kamis malam (19/10)


PADANG (Metrans)

Bekerjasama dengan Jurusan Seni Drama tari dan Musik (Sendratasik) Universitas Negeri Padang (UNP) Komunitas Diskusi Sore Sambil Ngopi (Diskresi)  menggelar diskusi seni yang membahas tentang perjalanan dan keberadaan musik dari Timur ke Barat.

Kegiatan ini berlangsung di Pelataran Parkir Jurusan Sendratasik, Kamis malam (19/10) dengan menghadirkan Pemasalah, Eko Febrio Aryandi “Rio Mak Dang”, mahasiswa Pascasarjana Insitut Seni Indonesia Surakarta dengan dipandu oleh dosen musik dari Jurusan Sendratasik, Drs. Tulus Handra Kadir, M. Pd.


Dalam pemaparannya Rio Mak Dang menyampaikan kegelisahannya dalam berkarya dan rasa kehilangannya akan musik tradisi yang di terutama di Indonesia yang diadopsi dan dimodifikasi oleh kalangan dari Barat.

Menurut Rio, musik pra modern dan modern ataupun musik barat yang berorientasi pada absolute pitchmemberikan kebakuan pad bentuk musikal tetapi kebakuan tersebut tidak berangkat dari sebuah fenomena musikal zaman pra modern.

“Kebiasaan masyarakat barat untuk menuliskan suatu temuan memberikan dampak besar pada kebiasaan masyarakat timur yang selalu menggunakan budaya oral dalam mewariskan kesenian tradisi sehingga berdampak hilangnya tangga nada asli sebuah etnis,” katanya.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan disuguhi kopi tersebut pembahasan tentang permasalahan kotemporer menjadi hal yang paling menarik karena tidak hanya membahas tentang musik saja tetapi juga tentang seni rupa dan teater

Sejumlah peserta masih mempertanyakan batasan dan hakikat dari kotemporer tersebut.

Menurut pendiri komunitas Diskresi, Agung Dwi Putra, M. Pd., kegiatan diskusi sambil ngopi ini merupakan yang ke lima kali diadakan oleh komunitas tersebut.

“Alhamdulillah kami mengadakan diskusi sudah yang ke lima kali dan menjadi agenda rutin kami setiap bulannya,” ujar Agung.

Ditambahkannya kegiatan ini diadakalan tidak mutlak disuatu tempat saja, tergantung kesiapan pelaksanaannya, seperti di sekretariat sebuah komunitas lain, di tepi pantai atau di mana saja yang dirasa cocok dan pas waktunya.

Dalam diskusi yang dihadiri  sekitar 50 orang penggiat seni dan mahasiswa tersebut juga hadir Sekretaris Jurusan Sendratasik UNP, Drs. Marzam, M. Hum., Ketua Prodi Sendratasik UNP, Indra Yudha, M. Pd., Ph. D., serta sejumlah dosen dari Jurusan sendratasik UNP. (nok)

Editor :  Novrizal Sadewa

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook