ATAS KERJA KERAS TIM

Lagi, Seorang Korban Longsor Ditemukan di Jurang Sedalam 50 Meter

Tim sedang bekerja keras membersihkan material longsoran

PANGKALAN (Metrans)

Satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Sumbar dari Padang Panjang dan anggota Kodim 0306-50 Kota, dibantu anggota Tagana dan BPBD Limapuluh Kota serta komunitas mobil Off Road, Minggu (5/3) berhasil menemukan seorang lagi jasad korban yang tertimbun longsor di jurang sedalam 50 meter.

Tim dari lintas instansi dan kesatuan yang terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor di Kelok 17 atau kelok Patai, Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu, sepanjang Sabtu dan Minggu (4-5/3) terus bekerja tanpa henti.


Pada Sabtu pagi, tim tersebut berhasil menemukan dua jenazah bernama Teja (19) dan Yogi Saputra (23) keduanya warga Tigo Jangko, Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, tertimbun bersama mobil L 300 pick up yang dibawanya.

Setelah berhasil menemukan jasad Teja dan Yogi, menjelang sore tim evakuasi kembali berhasil menemukan jasad Muhlias alias Ujang (45) warga Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota.

Tak berselang lama, tim evakuasi kembali berhasil menemukan korban Karuddin (25) warga Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Korban diduga pedagang kelapa itu ditemukan tertimbun dalam lumpur dekat mobil L 3000.

Sehari sebelumnya, Jum’at pagi (3/3) tim evakuasi juga telah berhasil menemukan jasad Doni Fernandes (31) warga Padang Pariaman. Sedangkan Minggu sore (5/3) tim evakuasi berhasil menemukan 1 orang korban lagi. Namun, identitas korban belum berhasil diketahui karena tim sedang melakukan evakuasi.

(Baca juga: Korban Tewas Bencana “Pangkalan” Berjumlah Lima Orang)

Dengan ditemukannya jasad Teja, Yogi, Muhlis alias Ujang, Karuddin dan Doni Fernandes serta seorang korban lagi, berarti sudah 6 orang korban berhasil ditemukan di lokasi tanah longsor di jalan negara Sumbar-Riau tepatnya di Kelok 17 itu. Sedangkan seorang bayi yang menjalani perawatan khusus di kaca pemanas atau inkubator, dikabarkan meninggal dunia Minggu (5/3).

Menurut informasi yang diperoleh Metrans dari sejumlah tim evakuasi di TKP, diduga masih ada korban lain yang tertimbun di lokasi tersebut. Pasalnya, di dalam jurang kelok 17 sedalam 50 meter itu diduga masih ada 8 atau 9 kendaraan yang terseret dan tertimbun tanah longsor. Kecurigaan itu ditambah ada aroma busuk menyegat di sekitar lokasi, diduga bau tak sedap itu bersumber dari jasad yang tertimbun longsor.

Seorang anggota tim evakuasi dari Brimob Padang Panjang, mengaku kesulitan melakukan evakuasi karena kurangnya peralat.

Kita berharap besok akan ada bantuan alat, sehingga upaya evakuasi bisa berjalan maksimal,” ujar anggota Brimob itu berkomentar. (li2)


Jangan Lewatkan