oleh



Libatkan Anjing Pelacak, Polisi Gelar Razia Narkoba di Kelab Malam Padang

PADANG (Metrans)

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar menggelar razia ke sejumlah tempat hiburan malam di Kota Padang. Alhasil, petugas berhasil menjaring dua orang pengunjung dan pemandu karaoke yang positif mengkonsumsi narkoba.

Razia yang juga melibatkan Polisi Militer TNI, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) ini dilaksanakan pada Sabtu (30/11) malam hari hingga Minggu (1/12) pukul 00.10 WIB.


Dari pantauan Metrans di lapangan, petugas menyisir empat tempat hiburan malam di antaranya Juliet Pub, Happy Puppy, Witz Club Axana dan Happy Family. Para pengunjung dan pemandu karaoke di tempat hiburan malam itu menjalani tes urine di tempat.

Dua orang yang terjaring itu yakni seorang remaja dan seorang wanita pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan malam yang dijaring petugas gabungan itu.

​​​​​​

Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Sumbar, Kombes Pol Ma'mun melalui Pelaksana Harian (Plh) Kabag Bin Ops Ditresnarkoba, Kompol Mayarudin mengatakan, kedua orang yang terindikasi positif mengkonsumsi narkoba itu akan diinterogasi dan dilakukan asesmen.

"Yang terindikasi positif (konsumsi narkoba) itu kita lakukan interogasi, kemudian dilakukan asesmen di Dokpol. Memang hasil razia di empat tempat hiburan malam kali ini belum maksimal," ungkapnya ketika diwawancarai usai razia, Minggu (1/12).

Ia mengatakan, kedua orang yang terjaring itu nantinya akan diobati oleh kedokteran kepolisian. Kendati demikian, mereka tidak diproses secara hukum karena tidak ditemukan barang bukti narkoba, tetapi dikenakan wajib lapor dengan waktu yang telah ditentukan.

"Kita akan obati dan kenakan wajib lapor. Karena hanya urinenya positif, otomatis barang bukti tidak kita temukan. Tapi kalau barang buktinya kita temukan, bisa kita proses secara hukum. Nanti wajib lapornya mungkin seminggu dua kali atau seminggu sekali. Jadi ya asesment itu nanti kita beri arahan dan nasihat. Wajib lapornya itu untuk mengetahui perkembangannya sudah sejauh mana," lanjut dia.

Terkait narkoba jenis apa yang dikonsumsi oleh kedua orang yang terjaring itu, Mayarudin belum bisa menjelaskan lebih lanjut. "Belum bisa kita jelaskan. Cuma yang jelas positif (narkoba). Apakah sabu atau narkotika jenis lainnya," jawabnya.

Karena keterbatasan kemampuan, kata dia, pihaknya juga melibatkan anjing K-9 milik Unit Satwa Direktorat Sabhara guna melacak keberadaan narkoba di tempat-tempat hiburan malam.

"Kemampuan kita terbatas, bagaimana pelaksanaan ini optimal makanya kita libatkan anjing K-9. Namun hasilnya belum maksimal," pungkasnya.

Sementara, seorang wanita pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan malam berinisial PA (26) yang ikut terjaring razia ini mengakui telah mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi (inex) dan sabu. Ia mengakui mengkonsumsi itu dua hari yang lalu bersama sang "tamu" yang datang dari Pekanbaru.

Ia pun mengaku telah terjaring dua kali razia narkoba yang dilakukan Ditresnarkoba maupun BNNP dan dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

"Saya terakhir mengkonsumsi (narkoba) dua hari yang lalu bersama abang-abang saya (tamu) yang datang dari Pekanbaru, yaitu inex dan sabu. Ini yang kedua kalinya (terjaring)," kata dia ketika ditanya wartawan.

[Raihan Al Karim]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru