EDARKAN UANG PALSU

Mahasiswa ISI Padang Panjang Diringkus Polisi

Waka Polres Padang Panjang Kompol Syafrizal memperlihatkan barang bukti, serta tersangka, Rabu sore (13/9)

PADANG PANJANG (Metrans)

Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang berinisial “MS”,23, asal Kota Medan, tidak dapat berkelit setelah dirinya diringkus polisi dikawasan Birugo, Kota Bukittinggi, sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (12/9) akibat mengedarkan uang palsu. Dari tangan tersangka polisi mengamankan sebanyak uang palsu Rp700.000,00.

Informasi yang dihimpun Metro Andalas dari sejumlah sumber di kepolisian terungkap, tersangka MS telah mengedarkan uang palsu sejak satu minggu belakangan. Saat itu tersangka, yang merasa aksinya tidak diketahui membeli pulsa serta sejumlah barang lain, yang diduga untuk dipergunakan tersangka sehari-hari.


Aksi bejat mahasiswa ISI Padang Panjang jurusan Krya Fakultas Seni Rupa itu ternyata membuat warga resah, dan memonitor pergerakan tersangka MS, yang diduga telah mengedarkan uang palsu, di Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi. Tidak hanya itu, sejumlah korban langsung melaporkan aksi MS pada aparat kepolisian.

Mendapatkan ada seorang mahasiswa mengedarkan uang palsu, aparat kepolisian membentuk tim khusus memburu, serta mencari keberadaan tersangka. Sesuai perintah atasan, tim Buru Sergap (Buser) langsung memburu tersangka.

Upaya tersangka, MS menghindari kejaran serta sergapan polisi ternyata tidak berlangsung lama, pasalnya saat tersangka berada di kawasan Birugo, dan diduga untuk menyebarkan uang palsu ia diringkus polisi bersama sejumlah barang bukti. Saat diringkus tersanggka hanya pasrah, dan mengikuti seluruh perintah polisi saat dirinya akan digelandang ke Mapolresta Padang Panjang.

Pengakuan tersangka, MS pada sejumlah wartawan mengatakan kalau dirinya membuat dan mencetak uang palsu sejak dua minggu belakangan. Katanya, ia hanya coba coba. ”Setelah selesai mencetak, saya mencoba membelanjakan uang tersebut dengan membeli pulsa,”sebutnya sambil tertunduk.

Setelah itu, tanpa disangka tersangka memberikan pengakuan mengejutkan dengan mengatakan kalau dirinya merupakan mahasiswa ISI jurusan Krya Fakultas Seni Rupa. ”Uang palsu berhasil saya cetak setelah belajar dari internet. Dan uang ini pun, sempat dan pernah saya bayarkan untuk uang kuliah di kampus ISI Padang Panjang beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Waka Polres Padang Panjang Kompol Syafrizal, membenarkan  Jajaran Satreskrim Polres Padang Panjang meringkus tersangka pengedar uang palsu di Padang Panjang dan Kota Bukittinggi.

“Setelah kami menerima laporan warga  saya langsung memerintahkan Satreskrim bergerak cepat, guna meringkus tersangka. Dengan kepiawaian anggota saya, akhirnya tersangka diringkus di kawasan Birugo Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, AKP Julianson, upaya untuk mengedarkan uang palsu tersebut terungkap setelah penjaga konter mengetahui, uang tersangka palsu.

“Saat itu penjaga konter meminta tersangka menunggu sebentar, dan peluang ini ternyata dimanfaatkan penjaga konter menghubungi polisi setempat,”sebutnya.

Lanjutkan Julianson, saat diringkus ternyata dalam tas tersangka ditemukan sejumlah uang palsu, untuk pengembangan polisi juga menyambangi kediaman tersangka di Jalan Bander Johan, Kelurahan Guguk Malintang, Padangpanjang Timur.

Di rumahnya, polisi kembali menemukan upal siap edar, serta sejumlah upal yang gagal cetak, dan ada juga kertas belum dipotong.  di Jalan Bander Johan, Kelurahan Guguk Malintang, Padang Panjang Timur.

“Akibat perbuatan tersangka, kami menjeratnya dengan pasal 244 KUHP, pasal 26ayat 1 dan 2, junto pasal 36 aya 1 dan 2, UU no 7 2011 tentang mata uang. Sesuai pasal diatas, tersangka terancam hukuman penjara 15 tahun,” tegasnya.

Sudah Dapat Informasi

Diringkusnya mahasiswa ISI Padang Panjang itu, saat dikonfirmasikan pada Pembantu Rektor (PR) III, Firdaus mengaku dirinya belum tahu pasti apakah benar tersangka merupakan mahasiswa ISI atau bukan. Namun demikian, dirinya berjanji akan terus menelusuri informasi tertangkapnya mahasisnya ISI Padang Panjang itu.

“Saya akan panggil ketua jurusannya hari ini (14/9). Kalau benar tersangka adalah mahasiswa ISI Padang Panjang, maka sangsi tegas seperti pemberhentian dapat saja dilakukan,”pungkasnya pada Metro Andalas, Rabu sore (13/9) dibalik Hendphone (HP) genggamnya.(rco)


Jangan Lewatkan