oleh



Mahasiswa Unand Temukan Alat Bantu Penderita Tunadaksa dan Tunawicara

PADANG (Metrans)

Angka penyandang disabilitas di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, termasuk di Provinsi Sumatera Barat, khususnya tunadaksa dan tunawicara.

Melihat permasalahan tersebut mahasiswa universitas Andalas (Unand) membentuk sebuah tim dengan bertujuan untuk menciptakan sebuah alat bantu yang memberikan solusi dari permasalahan yang dialami Tunadaksa dan Tunawicara tersebut.


"Teknologi yang kami ciptakan ini bisa membantu penderitanya dengan kursi roda, karena Kursi roda yang sering digunakan adalah kursi roda konvensional atau manual. Namun hal itu masih membuat penggunanya masih ketergantungan terhadap orang lain," kata ketua kelompok yang menemukan alat penderita tunadaksa dan tunawicara Dicky Anugrah yang ditemui disela-sela perkuliahannya, Senin (9/7).

Dikatakan Dicky, alat yang dibuat berupa kursi roda konvensional yang telah dimodifikasi dan ditambah suatu sistem antarmuka agar dapat menjalankan suatu perintah secara otomatis. Berbeda dengan kursi roda listrik pada umumnya, kursi roda ini dapat diperintah hanya dengan menggerakkan pergelangan tangan pengguna. Kursi roda ini memadukan teknologi mobilisasi dengan komunikasi secara pintar (smart).

Ia menjelaskan pekerjaan alat yang ditemuinya, pengguna diberikan fitur yang sangat mudah untuk digunakan. Sistem mobilisasi dapat melakukan 4 manuver yaitu maju, mundur, belok kiri, dan belok kanan. Setiap pergerakan dapat diatur dengan hanya menggerakkan pergelangan tangan sesuai dengan arah yang diinginkan. Seperti kekiri untuk bermanuver belok kiri. Sedangkan untuk komunikasi dibantu dengan sebuah layar monitor yang terdapat didepan kursi roda.

Pada layar monitor menampilkan papan ketik untuk mengetik tulisan bagi pengguna. Hasil ketikan juga bisa lansung dikirim ke ponsel orang lain karena alat ini juga memiliki fitur kirim sms (GSM) ke telepon seluler lainnya ke seluruh operator komunikasi.

Dirinya tidak sendiri untuk membuat alat ini, membentuk sebuah tim dengan Dicky Anugrah (Teknik Elektro) sebagai ketua, Amimul Ummah Baiqi (Teknik Elektro) dan Muhammad Ridho Bilhaq (Kedokteran) dan kegiatan ini tentunya dibawah bimbingan dosen yaitu Dr. Eng Muhammad Ilhamdi Rusydi.

Sementara itu dosen yang membatu membuat alat Dr. Eng Muhammad Ilhamdi Rusydi mengatakan orang berkebutuhan khusus katanya terkadang tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup meski kondisi tubuhnya cacat (byu).

 


Tag:

Editor :  Novrizal Sadewa

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru