oleh



Majelis Hakim Vonis Pasutri Penjual Sate Babi Tanpa Label: Suami Dibui 34 Bulan, Istri Dibui 3 Tahun

PADANG (Metrans)

Majelis hakim Pengadilan Negeri Klas IA Padang menjatuhkan vonis terhadap sepasang suami istri di Padang karena terbukti menjual sate dari daging babi dan dinyatakan bersalah melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Bustami dan terdakwa II Evita dengan pidana penjara masing-masing selama untuk terdakwa I 2 tahun dan 10 bulan dan untuk terdakwa II 3 tahun," putus PN Padang sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa(20/8).


Duduk sebagai ketua majelis Agus Komarudin dengan anggota Gutiarso dan Lifiana Tanjung. Majelis menyatakan pasutri itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana UU Perlindungan Konsumen. Yaitu Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan d UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

"Menyatakan terdakwa Bustami dan Terdakwa Evita telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelaku usaha memproduksi dan memperdagangkan barang tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa. Sebagaimana dalam dakwaan alternative Kesatu Penuntut Umum," ujar majelis.

Adapun barang bukti berupa 359 tusuk sate daging babi yang diamankan dari gerobak KMSB, 176 tusuk sate daging babi yang diamankan dari got rumah para terdakwa, serta 2 kilogram daging sapi yang diamankan di rumah saksi Kusti Gani.

Kasus bermula saat Dinas Kesehatan Kota Padang mendapat informasi dari masyarakat bahwa Sate KMS B Simpang Haru menjual sate yang dicampur dengan daging babi. Petugas kemudian menyamar menjadi pembeli dan membeli 5 tusuk. 

Sampel sate itu kemudian dikirim ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang. Berdasarkan Surat dari BBPOM Padang Nomor PW.10.93.01.19.396 tanggal 21 Januari 2019 menyatakan sate daging yang disampling di Simpang Haru dari pedagang sate KMS B positif mengandung babi'.

Kemudian aparat merazia Kedai Sate KMS B Simpang Haru Kecamatan Padang Timur Kota Padang pada 25 Januari 2019 sekira pukul 19.15 WIB. Pasutri itu kemudian ditangkap dan ditahan. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru