oleh



Megathrust Mentawai dan Tsunami Ancam Sumbar, ICON+ Bantu BNPB Perkuat Mitigasi

Wilayah Padang, Mentawai dan pesisir barat Sumatera Barat mesti bersiap menghadapi ancaman gempa Megathrust di Pulau Siberut Mentawai dengan kekuatan yang mencapai 8,9 Magnitudo dan berpotensi tsunami. Bagaimana langkah meningkatkan mitigasi terhadap ancaman tersebut?

Laporan: Raihan Al Karim, PADANG

PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Barat (UIW Sumbar) melalui anak perusahaannya, PT. ICON+ bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan langkah mitigasi dengan memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) pemantau air laut di beberapa titik di Sumatera Barat, Senin (16/9).


Beberapa waktu yang lalu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat memberi sambutan pada acara Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Sumbar berharap, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap berbagai hal mendukung sarana dan prasarana kesiap siagaan bencana, salah satunya peralatan deteksi dini.

Betapa tidak, menurut Nasrul, Sumbar adalah supermarketnya bencana, semuanya ada di Sumbar, ancaman terbesar adalah gempa dan tsunami karena dikhawatirkan bisa merenggut banyak korban jiwa, terutama masyarakat yang berada di pinggir pantai.

General Manager Icon+ SBU Pekanbaru, Widi Kristiawan mengatakan, menindaklanjuti ancaman tersebut, pihaknya bersama BNPB telah meneken nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) terkait penyelenggaraan sistem informasi komunikasi penanggulangan bencana.

"Sebelumnya sudah disampaikan bahwa 16 September kemarin telah ada kerjasama MoU antara Icon Pusat diwakili Direktur Utama dengan Sekretaris BNPB Pusat terkait dengan penyelenggaraan sistem informasi komunikasi penanggulangan bencana. Jadi saat itu kita lakukan video conference untuk beberapa lokasi seperti di Aceh, Padang, Parangkritis, Pangandaran, Lombok dan Palu," kata Widi ketika diwawancarai di kantornya, Kamis (19/9).

Ia mengatakan, setelah melakukan video conference, pihaknya juga memasang smart CCTV, sehingga dapat menganalisa kondisi pergerakan air laut. CCTV tersebut, akan terkoneksi dengan sistem yang ada di BNPB Pusat yang dimiliki oleh Icon+.

"Jadi ada kondisi beberapa yang menyebabkan adanya perubahan yang signifikan itu bisa kita analisa. Dengan CCTV itu akan terkoneksi dengan sistem yang ada di BNPB Pusat yang dimiliki oleh Icon+. Sehingga CCTV itu bisa diakses dengan dashboard yang dimiliki masing-masing pihak untuk dipantau 24 jam," tambah dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, di Sumbar pihaknya sudah memasang smart CCTV itu di 3 lokasi, di antaranya, Pantai Padang, Pantai Gandoriah dan Pantai Kata Pariaman.

Sementara, untuk daerah-daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai, pihaknya akan berkoordinasi dengan BNPB Pusat dan BPBD Provinsi terkait pemasangan smart CCTV tersebut. Mengingat di lokasi itu, saat ini kondisi akses komunikasi dan infrastruktur yang terbatas 

"Nanti akan kita koordinasikan. Karena memang di Mentawai ini kan kondisinya saat ini akses komunikasi dan infrastruktur masih terbatas. Kita akan melihat berapa titik yang memungkinkan akan dipasang dan kita akan koordinasikan sehingga bisa dipasang disana. Jadi nanti memang ada kebutuhan dari BPBD Provinsi untuk Mentawai, silakan diajukan karena kita sudah ada MoU dengan pusat," tambah dia.

Widi menjelaskan, CCTV yang telah terpasang itu tak sama dengan CCTV yang seperti biasanya. CCTV tersebut akan memberikan peringatan ke sistem berupa automatic alarm jika ada perubahan yang signifikan di pantai-pantai tersebut.

"Tak seperti CCTV biasa. Jadi dia bisa langsung mengirim ke sistem kalau ada perubahan seperti automatic alarm. Ke depannya, nanti pusat pemantauan akan ada di ruang command center BNPB pusat. Nanti jika dibutuhkan akan ditarik, juga akan dapat dipantau di BPBD Provinsi, karena memang ada permintaan BPBD Provinsi untuk akses itu," kata Widi.

Sesuai MoU tersebut, lanjut Widi, pihaknya diminta BNPB untuk mendukung dan menyiapkan desa tangguh bencana melalui sharing pengetahuan dan pengalaman untuk penanggulangan bencana.

"Kita diminta BNPB pusat untuk mendukung dan menyiapkan desa tangguh bencana dan kita siap. Kami hadir terdepan dalam kesiapan tanggap bencana. Jadi dengan infrastruktur yang tersedia di Icon, kami akan membantu BNPB untuk menyiapkan infrastruktur untuk desa tangguh bencana," tuturnya.

Tak hanya itu, ke depannya, Icon+ akan fokus mengimplementasikan layanan internet Stroomnet dan Ides Cafe yang baru diluncurkan di Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (17/9) lalu.

"Jadi untuk ke depannya kita memang ada beberapa yang sudah berjalan seperti implementasi Stroomnet dan Ides Cafe. Kita berharap dengan dua program ini bisa dilakukan secara masif untuk ke beberapa daerah. Tidak hanya di provinsi saja, tapi di daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang belum terjangkau oleh jaringan internet," pungkas Widi. (*)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru