KETUK PINTU JANDA DAN LANSIA

Mitra Ummat Madani Padang Sebar 501 Paket Lebaran

Tim Ketuk Pintu Mitra Ummat Madani Padang mendatangi rumah-rumah fakir miskin di Kota Padang untuk memberikan paket lebaran, berbagi kebahagiaan menyambut datangnya lebaran.

PADANG (Metrans)

Berbagi bahagia menyambut datangnya Lebaran Idul Fitri 1438H, Lazis Mitra Ummat Madani (MUM) Padang Sabtu (24/6), menurunkan 10 orang tim relawan untuk mengetuk pintu rumah–rumah kalangan fakir dan miskin di pinggiran Kota Padang dan sejumlah wilayah lainnya di Sumatera Barat.

Tim ini turun untuk membagikan sebanyak 501 paket lebaran Babagi Sembako dan Kue Rayo (Babayo). Sasaran pembagian paket Babayo ini terdiri dari para janda, lansia, penyandang disabilitas, pemulung, muallaf dan fakir miskin lainnya.


Kehadiran paket lebaran yang tidak diduga ini membuat surprise. Betapa tidak. Mereka mengaku tidak pernah membayangkan akan ada yang mengantarkan paket lebaran ke gubuknya saat hendak lebaran.

Seperti diakui oleh Usmardiana (48 tahun) janda beranak tiga di Kampung Banda Lurus. Ia pun agak sempoyongan dan wajah pucat saat menerima paket lengkap ini karena sudah beberapa hari meringkuk sakit diare. Masih ada senyum mengambang di raut muka pucat itu.

Direktur Lazis Mitra Ummat Madani Padang, Elfiyon Julinit mengungkapkan, belajar dari pengalaman pola pembagian paket lebaran, lebih efektif dan tepat sasaran jika diberikan langsung ke rumah –rumah dibandingkan kepada yang datang meminta.

Selain menghindari modus “mendadak” pengemis yang marak di akhir–akhir bulan Ramadan, juga untuk memberikan kejutan kepada fakir miskin agar mereka merasa dihormati. Tidak dibuat tambah susah.

“Kita harus berusaha untuk tidak menambah lagi susah mereka dengan harus datang dan meminta–minta. Kita bersyukur mereka miskin tapi tidak mau jadi pengemis. Tugas lembaga zakat melayani mereka. Berikan kejutan kecil di ujung Ramadhan ini,” kata Elfiyon yang turun memimpin langsung aksi ketuk pintu itu.

Dari hasil laporan kerja tim ketuk pintu, memang ditemukan sejumlah fakir miskin belum pernah mendapatkan paket lebaran apa-apa secara langsung. Jika mau, mereka harus mengajukan surat permohonan dan mendatangi lembaga tertentu. Ongkosnya hampir sama pula seharga bantuan yang diterima.

Ungkapan gembira juga meluncur dari mulut Muwar (75 tahun). Lansia beranak 10 ini memiliki anak dan menantu hampir semuanya fakir. Tim mendatangi rumahnya dan memberikan kejutan, yang di dalamnya terdapat kue kaleng dan kue lebaran, sirup, teh, gula pasir, minyak goreng, ikan kaleng, susu dan kain sarung.

“Lansia yang baru sehari keluar rumah sakit dan kaki diamputasi ini tidak henti mengucapkan terima kasih,” tutur Direktur Lazis MUM Padang ini.

Paket Lebaran Babayo ini juga menyasar kepada para guru-guru honorer yang berpengasilan di bawah Rp 600 ribu. Seperti yang dialami para guru salah satu madrasah swasta sebanyak 20 orang yang bergaji pas pasan dan di antaranya telah mengajar 17 tahun.

“Alhamdulillah. Kebahagiaan kita bersama melihat senyum-senyum kemenangan itu hadir menyambut Idul Fitri 1438H,” ucapnya bahagia. (why)


Jangan Lewatkan