oleh

MEMBIDIK KURSI DPD RI

Muslim M Yatim, dari Rumah Gadang Menuju Senayan

PADANG (Metrans)
Dari rumah gadang menuju Senayan. Dari DPRD Sumbar ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Itulah yang kini diperjuangkan oleh anggota DPRD Sumbar Muslim M Yatim. Calon DPD RI bernomor urut 37 ini maju ke DPD RI dikarenakan banyaknya dorongan masyarakat untuk berbuat lebih kepada Sumbar. 

"Keinginan maju ke DPD RI dikarenakan ingin mengabdi kepada masyarakat secara luas. Saya sudah tiga periode di DPRD Sumbar dan sekarang ingin mengabdi di tingkat nasional," kata pria yang mudah senyum ini.

Bekal untuk maju ke DPD RI sudah dimiliki Muslim. Dirinya sudah berpengalaman di dunia legislator sebagai anggota DPRD Sumbar. Maklum, dirinya sudah tiga periode berturut-turut menjadi wakil rakyat mulai dari periode 2004-2009, 2009-2014 dan sekarang 2014-2019. Sebuah keberhasilan yang pantas diberi apresiasi. Tidak banyak anggota dewan yang mampu mempertahankan kursinya, apalagi sampai tiga kali.


Keberhasilan Muslim M Yatim ini sebenarnya melalui jalan yang cukup berliku. Berasal dari keluarga perantau asal Limapuluh Kota, Muslim M Yatim yang lahir 1 Februari 1961 ini banyak menghabiskan masa kecilnya di Kepri dan Riau. SD ditamatkannya di SD Sedanau No.9 tahun 1973, kemudian dirinya melanjutkan pendidikan ke MTsN Darun Nahda, Bangkinang dan tamat 1976. Selanjutnya masuk ke MAN Darun Nahda hingga 1979.

Dari Bangkinang, Muslim M Yatim pindah ke Bukittinggi dan masuk Akademi Dakwah Indonesia Aqabah Bukittinggi tahun 1987. Dari sini, Muslim M Yatim melanjutkan kuliah ke King Saud Universirty Riyadh Arab Saudi hingga 1991. Sejak tahun 90-an hingga sekarang tinggal di Kota Padang.

Usai dari Arab Saudi, suami dari Enita Marsa yang berasal dari Bukittinggi ini mengamalkan ilmunya dengan menjadi dosen di Al Mandaniy PGTK/PGTQ Aqabah yang sudah dimulainya sejak tahun 1988 hingga 2004. Dengan menjadi dosen dan pendakwah, Muslim M Yatim dikenal luas di tengah masyarakat. Hal itu menjadi modal ketika dirinya terjun ke dunia politik dengan mencaleg di Pileg 2004. Ternyata, di kesempatan itu, Muslim M Yatim sukses menjadi anggota dewan. Hal itu menjadi titik awalnya berkarir di dunia legislatif Sumbar. 

"Mencaleg di tahun 2004 menjadi awal saya berkarir di dunia legislatif Sumbar dan Alhamdulillah hingga sekarang saya masih dipercaya. Mudah-mudahan saya bisa mengemban amanah sebagai wakil rakyat ini," kata Muslim.

Bagi Muslim, keberhasilannya di dunia legislatif Sumbar tidak terlepas dari rakyat yang mempercayainya. Tanpa ada kepercayaan tersebut, Muslim tidak akan mungkin bisa menjadi wakil rakyat tiga kali berturut-turut di DPRD Sumbar. Untuk itu, dirinya bertekad akan berbuat semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Sebagai wakil rakyat, tugas kita adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya sangat paham akan hal itu sehingga dalam setiap kesempatan saya akan terus memperjuangkannya. Tanpa masyarakat yang memilih, tentu saya tidak akan bisa duduk," tegasnya.

Selain sebagai pendidik, Muslim M Yatim juga sukses di bidang usaha. Muslim M Yatim tercatat sebagai komisaris utama perusahaan nasional PT. HNI HPAI, bisnis produk halal yang membernya sudah 1,5 juta orang yang berbelanja dan berbisnis hingga menghidupkan keluarga dan UMKM di Sumbar dan Indonesia umumnya.

Di Pileg 2019 mendatang, Muslim mencoba berbuat lebih untuk Sumbar dengan maju ke tingkat nasional sebagai calon anggota DPD RI. Setelah mendapat restu dari keluarga dan partai, Muslim bertekad berjuang untuk mendapatkan kursi DPD RI. Hanya saja, dengan rendah hati Muslim menyebutkan semuanya berpulang kepada rakyat yang memilih.

"Dalam dunia politik, rakyat adalah segala-galanya. Mereka yang memilih kita. Kalau diberi amanah, saya siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya mohon doa restunya," katanya. (Perdana Putra)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru