29 Okt 2017 | 18:09:44 WIB
Pewarta : Wahyu Amuk



OJK Perkuat Literasi Keuangan Melalui Rangking I

OJK Perkuat Literasi Keuangan Melalui Rangking I

Sebanyak 1.500 siswa SMP dan SMA berkompetisi Lomba Rangking I yang digelar OJK Sumbar, di Auditorium UNP, Sabtu (28/10).


PADANG (Metrans)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat meningkatkan literasi keuangan bagi pelajar dengan menggelar “Lomba Rangking I tingkat SMP dan SMA se Kota Padang, serta Pameran Industri Jasa Keuangan” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan itu dalam rangka Peringatan Bulan Inklusi Keuangan Nasional Tahun 2017.

Kegiatan tersebut guna memberi pemahaman baru pada generasi muda, khususnya siswa SMP dan SMA terkait sistem perbankan, asuransi, sadar menabung, dan literasi keuangan. Alasan pelajar sebagai sasaran gerakan keuangan ini, karena pelajar ialah generasi muda pelaku dan penggerak industri keuangan masa depan.


“Para pelajar ini cikal-bakal usia produktif sebagai pelaku, dan penggerak pertumbuhan roda ekonomi kita masa depan, jadi sejak dini perlu kita diberikan pemahaman industri keuangan,” ungkap Kepala Perwakilan OJK Sumbar, Darwisman, Sabtu (28/10).

Darwisman menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk terobosan OJK 2015 yang lalu, yakni program tabungan simpanan pelajar (SimPel). Disebutnya, Pemerintah Sumbar juga menyusun regulasi untuk mendorong siswa sekolah mulai menabung di bank.

Pada catatan OJK, dikatakannya bahwa indeks inklusi keuangan Indonesia per akhir 2016 baru mencapai 67,82 persen, sebaliknya indeks literasi keuangan hanya 19, 66 persen. Ia memperkirakan perolehan hingga akhir Oktober 2017 ini sekitar 71 persen.

“Saat ini sudah 33 ribu rekening baru SimPel dari 714 sekolah, SD hingga SMA. Target kita 2019 harus 75 persen penduduk dewasa di Indonesia yang tersentuh lembaga keuangan, jadi kita masih butuh 4 persen lagi,” ujarnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Bulan Inklusi Nasional 2017, Bob Haspian menyebutkan kegiatan lomba Rangking I ini melibatkan 1.500 siswa tingkat SMP dan SMA se Kota Padang. Jumlah tersebut termasuk dalam 714 sekolah yang ada di Sumbar baru terdaftar sebagai nasabah SimPel.

Sebaliknya jumlah industri keuangan yang berpartisipasi tahun ini sebanyak 19 bank, dan satu forum komunikasi asuransi yang ada di Sumbar. Bob menyampaikan jumlah Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2016, yang hanya 9 bank saja. Namun ia juga tidak menampik masih ada industri keuangan yang belum terdaftar.

“Masih ada 8 bank yang belum berpartisipasi, kita selalu berusaha agar tahun depan mereka bisa bergabung,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah berharap dengan adanya bulan inklusi keuangan yang dilaksanakan OJK dengan industri jasa keuangan, bisa menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan para pelajar mengenai sektor dan jasa keuangan.

" Indonesia bersiap menghadapi bonus demografi, jadi pengetahuan dan wawasan mengenai industri keuangan sangat penting untuk diketahui," sebutnya. (why)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook