oleh

AKHIRNYA NENENG MENGAKU JUGA

Orok yang Dikubur di Samping Rumah Itu Ternyata Anak “Si Janda”

PAYAKUMBUH (Metrans)

Misteri siapa ibu kandung jasad bayi laki-laki yang dikuburkan di samping rumah gadang Jorong Lurah Bukik, Kenagarian Balaipanjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya terkuak.

Walau sempat bungkam ketika diinterogasi penyidik Satreskrim Polresta Payakumbuh, namun setelah diperiksa intensif penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres setempat, akhirnya Nel Febrianti alias Neneng (40), janda beranak tiga yang dicurigai sebagai ibu kandung bayi malang yang dikubur di samping rumah gadang miliknya itu, mengakui bahwa bayi laki-laki yang dikubur disamping rumahnya itu adalah anaknya.


(Baca juga: Orok Bayi Dikubur di Samping Halaman Rumah Seorang Janda)

“Anak itu saya lahirkan di atas rumah, Sabtu (4/11) subuh. Ketika lahir bayi itu sudah meninggal dunia. Namun, karena dihantui rasa takut dan malu dengan masyarakat, maka mayat bayi itu sempat saya simpan satu malam dalam rumah untuk keesokan harinya, Minggu (5/11) mayat bayi itu saya kuburkan di samping rumah,” ungkap wanita yang sehari-hari bekerja sebagai pengderes karet ini kepada penyidik, setelah berhasil ditangkap ketika bersembunyi di atas loteng rumah gadang miliknya,

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP. Camri Nasution didampingi Paur Humas Polres Payakumbuh, Aiptu. Hendri Ahadi yang dikonfirmasi, Kamis (9/11) membenarkan jika Neneng sudah mengakui bayi yang dikuburkan di dekat rumahnya itu adalah darah dagingnya.

 “Namun, penyidik PPA Satreskrim Polres Payakumbuh masih mendalami kronologis kematian bayi tersebut, termasuk siapa pria yang bertanggungjawab atas hamilnya NF pangggilan Neneng,” sebut Camri Nasution. 

Diungkapkan Camri Nasution, diduga untuk menghilangkan jejak agar aib itu tidak tercium oleh masyarakat setempat, wanita yang sudah menjanda sejak 12 tahun terakhir itu menanam bibit kelapa di atas tanah tempat bayi malang itu dikuburkan.

“Namun, hanya tiga hari setelah bayi tak berdosa itu dikuburkan, akhirnya perbuatan busuk Nenen tercium warga setempat dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Luhak. Setelah dilakukan penyelidikan di sekitar rumah wanita itu, akhirnya ditemukan gundukan tanah bekas baru digali diatasnya telah ditanam sebatang bibit pohon kelapa diduga untuk mengelabui masyarakat,” ungkap Camri.

Setelah dilakukan pengalian yang diperkirakan sedalam 40 centimeter, ternyata memang ditemukan bungkusan plastik yang dibalut kain didalamnya berisi segumpal daging yang sudah berbau busuk.

“Setelah dilakukan otopsi di RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh diketahui bahwa segumpal daging yang sudah membusuk itu adalah jasad bayi laki-laki diperkirakan berumur 3 hari,” sebutnya. (li2)


Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru