SELURUH OPD MINTA MEMPERSIAPKAN DIRI

Pariaman Bersiap New Normal

MEMASUKI- Pemerintah Kota Pariaman mempersiapakan diri untuk memasuki era penerapan new normal di daerah itu dengan menggelar rapat bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah. (foto: Ist/net)

Pariaman (Metrans) Pemerintah Kota Pariaman mempersiapakan diri untuk memasuki era penerapan new normal di daerah itu.

Hal ini terlihat Walikota Pariaman Genius Umar bersama jajaranya menggelar rapat bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mempersiapkan Kota Pariaman untuk memasuki "new normal", di Aula Balaikota Pariaman, Selasa (2/6kemarin.

Rapat dihadiri Sekda, Asisten dan Kepala OPD, Kabag dan Camat se Kota Pariaman ini membahas tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) setiap OPD dan kebijakan sesuai dengan ruang lingkupnya, dalam mempersiapkan apa saja yang diperlukan untuk memasuki fase New Normal setelah PSBB tahap II untuk Sumatera Barat berakhir 7 Juni 2020 mendatang.


Masing-masing OPD diminta agar segera menyelesikan SOP di lingkungan masing-masing, karena dengan telah adanya SOP ini nantinya akan menjadi jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam pemberlakukan new normal nanti,

“Perencanaan dan aturan sebagai bentuk kseiapan itu yang akan kita kirimkan kepada TNI dan Polri sehingga mereka dapat mengambil tindakan pendisiplinan," ujar Genius Umar.

Sedangkan untuk kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Pariaman, mulai hari ini sudah tidak ada lagi Work From Home, dan sudah mulai bekerja sebagaimana biasa, dengan mengacu kepada edaran dan aturan yang berlaku.

"Kepada para ASN dan non ASN yang bekerja di Pemerintah Kota Pariaman, sudah mulai bekerja seperti biasa, dan nanti tugas mereka juga sebagai corong untuk mensosialisasikan bagaimana tatanan New Normal ini dapat dipahami oleh masyarakat nantinya," ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga dibahas terkait kebijakan masing-masing OPD dalam menyikapi persiapan untuk new normal ini, mulai dari persiapan dibukanya objek wisata, pelayanan kepada masyarakat, penjagaan di perbatasan, dan aturan di protokol kesehatan di setiap dinas, instansi, kantor, open place, hotel, rumah makan, cafe, warung dan tempat ibadah serta sekolah/universitas yang ada di Kota Pariaman.

"Kita berharap dengan diberlakunya new normal nanti, maka kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan, setelah kemaren terpukul dengan adanya wabah Covid-19 ini, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada," kata Genius.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan terus mempersiapkan diri untuk memasuki tatanan new normal.

Dengan demikian, ketika tatanan ini sudah diterapkan, masyarakat dapat mentaati dan menjalankanya dengan sungguh-sungguh, sehingga kehidupan akan kembali berjalan normal, ekonomi berputar tetapi tetap mentaati prosedur dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. n Syafrial Suger.


Jangan Lewatkan