oleh



Pascasidak di SPBU Sawah Padang, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Penimbunan BBM

PAYAKUMBUH (Metrans)

Pasca-inspeksi mendadak atau sidak di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Sawah Padang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Selasa (15/10) lalu, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Reskrim, AKP Ilham Indarmawan dan Kabag Ops, Kompol Basrial mengatakan, keempat pelaku yakni JW (26) warga Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, DNR (54) warga Batusangkar, AL (52) warga Limbukan, Payakumbuh Selatan, dan YF (45) warga Kelurahan Payobadar, Payakumbuh Timur.


"Keempat tersangka akan dijerat Pasal 53 huruf B dan D junto Pasal 23 ayat 2 huruf B dan D tentang Undang-undang RI Nomor: 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 4 tahun," ungkap AKP Ilham Indarmawan, Kamis (17/10).

Diungkapkan AKP Ilham Indarmawan, modus kejahatan penimbunan BBM bersubdisi yang dilakukan keempat tersangka yakni dengan cara membeli BBM bersubsidi dengan kendaraan roda empat yang tangki mobilnya sudah dimodifikasi. Di samping itu, ada juga yang menimbun BBM dengan membeli dengan jeriken.

Sementara itu, lanjut dia, terkait pengelola dan pemilik SPBU yang pompa bensinnya sempat disegel dengan diberi garis polisi, statusnya akan tindaklanjuti setelah pemeriksaan oleh tim ahli di Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Polres Payakumbuh melakukan inspeksi mendadak atau sidak di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di kawasan Sawah Padang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Selasa (15/10) sekira pukul 22.30 WIB.

Dari hasil sidak, petugas mengamankan 4 unit mobil dengan belasan jeriken yang diduga akan digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi, polisi juga mengamankan sejumlah warga yang diduga akan mengisi BBM menggunakan jeriken, serta pengelola SPBU.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan mengatakan, penertiban dilakukan karena sejak beberapa hari terakhir terjadi antrian panjang terhadap pengisian BBM. Di samping itu, ada pengaduan dari masyarakat bahwa, konsumen sulit untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis premium di SPBU tersebut, karena pengisian BBM sering dilakukan pada malam hari dan dijual kepada penimbun BBM dengan cara mengisi dengan jeriken.

"Kemudian, juga untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya kasus kebakaran terhadap SPBU tersebut, apalagi dari beberapa kasus kebakaran SPBU terjadi disebabkan pengisian tangki yang telah dimodifikasi yang kondisinya tidak terjamin, maka kita lakukan penertiban," pungkas AKBP Dony Setiawan. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru