14 Okt 2017 | 11:36:02 WIB
Pewarta : Iwin Saidi Batuah


DIHELAT DI PEDESTRIAN JAM GADANG
Pegelaran Seni dan Budaya "Multi Etnis" di Bukittinggi Berlangsung Meriah

Pegelaran Seni dan Budaya "Multi Etnis" di Bukittinggi Berlangsung Meriah

Pagelaran Seni dan Budaya Multi Etnis di pedestrian Jam Gadang Jumat malam (13/10)


BUKITTINGGI (Metrans)
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 233 tahun, mengadakan pagelaran Seni dan Budaya “Multi Etnis” di pedestrian Jam Gadang, Jumat malam (13/10) yang dibuka Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Asman Abnur.

Pagelaran yang dihelat Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga itu dihadiri Shadiq Pasadigoe, Walikota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias, Wakil Walikota Bukittinggi, H.Irwandi, Setdako Bukittinggi, Yuen Karnova, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial, Ketua TP-PKK Kota Bukittinggi, Forkopimda Kota Bukittinggi dan undangan lainnya.

Menteri PAN RB, Asman Abnur sebelum membuka pagelaran seni budaya multi etnis itu, mengatakan, sebelum singgah ke kota Bukittinggi, terlebih dahulu singgah di Padang Mangatas Kota Payakumbuh untuk melihat secara langsung peternakan, penggemukan dan pembibitan sapi, dan Alhamdulillah Indonesia kedepannya akan mandiri di bidang pengadaan daging sapi.


"Ini menjadi ciri khas ke depannya, jadi diharapkan tidak ada lagi impor daging nantinya," tuturnya.

Selanjutnya Asman Abnur menjelaskan, industri yang akan berkembang kedepannya yaitu industri pariwisata. Untuk itu Pemerintah Indonesia mentargetkan tahun 2019 lebih kurang 20 juta orang wisatawan akan datang ke Indonesia, seandainya 10 pesen saja datang ke kota Bukittinggi, itu lebih kurang 2 juta orang wisatawan.

"Kota Bukittinggi agar konsentrasi saja pada industri pariwisata, sehingga nantinya akan menambah pendapatan aset daerah (PAD)," ucap Asman Abnur.

Untuk menampung wisatawan yang datang, sudah seharusnya kota Bukittinggi menambah kamar hotel, karena kota Bukittinggi sebagai kota kunjungan wisatawan, sehingga wisatawan yang datang mendapatkan kamar hotel untuk beristirahat guna berlibur di kota Bukittinggi.

"Undang investor untuk mendirikan hotel bintang 5, karena kedepannya ada industri Mice, kota Bukittinggi dengan suasana dan udara yang sejuk ditambah lagi dengan banyak objek wisata," tutur Asman Abnur.

Sedangkan Walikota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias dalam sambutannya mengatakan, dia sangat senang Menteri PAN RB datang ke Bukittinggi dan wako pun meminta agar Menteri PAN RB membuka acara ini, dan menyampaikan bahwa seminggu lalu telah pula diadakan festival “Bukittinggi Fashion Look”.

"Salah satu festival itu adalah pembuatan bordir kerancang yang diikuti sebanyak 500 orang pengrajin dengan menggunakan mesin jahit lama," kata walikota.

Disamping itu, tambahnya, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan nantinya dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Bukittinggi ke 233 tahun tepatnya tanggal 22 Desember 2017 mendatang. 

"Dengan diadakannya festival seni budaya multi etnis, tentunya kita yang kaya akan seni budaya bermacam-macam etnis dalam Bhineka Tunggal Ika, penampilan seni budaya inilah yang kita tampilkan kepada masyarakat kota Bukittinggi," tambah Ramlan.

Sementara itu Kepala Dinas Parpora Bukittinggi, Erwin Umar dalam laporannya, mengatakan kegiatan pagelaran ini bertujuan untuk memberikan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya kota Bukittinggi sendiri, Nusantara dan juga Mancanegara. Serta kegiatan itupun sebagai ajang perkembangan ekonomi kreasi dalam menunjang pariwisata, perwujudan sebagai kota pariwisata sesuai misi visi Walikota Bukittinggi, mendatangkan tamu wisata dan manfaat yang bisa dirasakan dalam efek multi buyer.

Kegiatan pagelaran ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 Oktober 2017 dengan pembiayaan dana APBD kota Bukittinggi serta sponsorship, adapun yang mengikuti pagelaran ini terdiri dari seni budaya etnis di nusantara, seperti Nias, Jawa, Melayu Riau, Tapanuli, Batak, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan dai mancanegara, etnis Jepang serta India.

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook