Pelaku Penipuan Bermodus Hipnotis di Solok, Ditangkap di Padang

Pelaku Julham Susanto saat berada di Mapolres.


SOLOK (Metrans)
Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota dibantu Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Kilangan Kota Padang, berhasil menangkap pelaku penipuan dengan modus hipnotis (gendam), Sabtu (30/12).

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan melalui Wakapolres, Kompol Sumintak mengatakan, pengungkapan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Solok Kota diawali dengan laporan Polisi LP/282/B/XII/2017 – SPKT Res Solok Kota, Sabtu (30/12) sekira jam 18.00 Wib.

Ia melanjutkan, sekira pukul 16.30 WIB bertempat kejadian perkara (TKP) di dekat Musholla Istiqomah Jemter Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok.


Ia mengatakan, kejadian tersebut dilaporkan oleh masyarakat sebagai saksi pelapor bernama Riga Kurniadi (16) warga Sungai Lasi
dengan beberapa teman pelapor juga sebagai korban yakni Irfan (19), Rezki (17), Jojon (17), serta Ridho (14).

Ia mengatakan, juga telah memperoleh informasi dari saksi dalam kejadian yakni Elvi (33) serta berhasil membekuk pelaku hipnotis tersebut bernama Julham Susanto (35).

Wakapolres saat menceritakan kronologi kejadian mengatakan, kejadian berawal ketika pelaku  bertemu dengan korban di Jemter dekat Mushola Istiqomah dan ditawarkan rokok oleh pelaku. Kemudian korban mengambil rokok pelaku dan membakar serta menghisap rokok pelaku. Kemudian pelaku meminta tolong kepada korban pelapor untuk dicarikan kos-kosan, dan mengajak korban naik ke atas mobil pelaku, kemudian terlapor menyuruh carikan teman-temannya yang lain untuk membantu mencarikan tempat kos tersebut.

Kemudian berangkatlah korban dan empat orang rekannya untuk mencarikan kos dengan memakai mobil Suzuki Karimun warna silver milik pelaku.

Menurut pengakuan korban, dalam perjalanan, pelaku bercerita perkataan yang kotor/jorok saja.

"Sebelum menurunkan korban dan 4 korban lainnya di depan Rumah Sakit Umum Solok, pelaku menyuruh pelapor dan 4  orang rekan yang lainnya untuk meninggalkan barang bawaannya di mobil dan saat itu pelapor tidak ada membawa benda berharga apapun. Namun, Rido membawa telepon genggam merek Samsung ace 3, Irfan membawa Asus Zenfone Go dan Samsung lipat, Rizki membawa uang senilai Rp300 ribu dan Jojon membawa telepon genggam merek Nokia X beserta uang tunai sebesar Rp30 ribu," ujar Kompol Sumintak.

Menurut pengakuan korban, pada saat meninggalkan barang bawaannya, ia merasa tidak sadar dan baru sadar saat terlapor sudah pergi.

Lanjutnya, atas kejadian tersebut, pelapor dan korban merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Solok Kota untuk ditindak lanjuti. 

"Setelah petugas SPKT Polres Solok Kota mendapatkan laporan dari korban,  Kapolres memerintahkan untuk segera dilakukan penyelidikan, hasil lidik Opsnal Polres Solok kota dibawah pimpinan Ipda Fika mendapatkan informasi keberadaan pelaku di depan Pasar Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

"Kemudian saya meminta bantuan kepada Polsek Lubuk Kilangan untuk merazia kendaraan dan ciri-ciri pelaku. Sekira pukul 19.00 WIB,pelaku dapat diamankan oleh Polsek Lubuk Kilangan dan kemudian Ipda Fika langsung menjemput pelaku beserta barang bukti ke Polsek Lubuk Kilangan untuk proses lebih lanjut.

Diketahui sebelumnya, Selasa (14/11), pelaku juga telah berhasil menghipnotis korban Refdial (18) warga Koto Baru, Solok. Korban beserta 6 orang temannya dinaikkan ke mobil Kijang Innova milik pelaku di SMAN 1 Kubung dan diturunkan di RSUD Padang Panjang. Pelaku berhasil mengambil telepon genggam dan dompet korban. Kemudian korban dengan temannya melapor kejadian tersebut ke Polres Padang Panjang. (Raihan)

Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Facebook Comments