04 Des 2017 | 21:50:10 WIB
Pewarta : Novrizal Sadewa


SENDRATASIK UNP MENGABDI
Pelatihan Gerak Dasar Tari Tradisional di Sejumlah SMA

Pelatihan Gerak Dasar Tari Tradisional di Sejumlah SMA

Tim pelaksana Pengabdian, Afifah Asriati, S.Sn., M.A, Dra Desfiarni, M.Hum, Yuliasma, S.Pd., M.Pd berserta guru-guru dari SMAN 8 Padang dan SMA Pembangunan Lab UNP


PADANG (Metrans)

Guna mewujudkan Tri Dharma Peguruan Tinggi, sejumlah dosen Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Pengabdian Masyarakat di  senjumlah SMA di kota Padang.

Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 8 Padang dan SMA Pembangunan Laboratorium  UNP.


Pengabdian tersebut dilakukan dengan memberikan pelatihan gerak dasar tari tradisional yang kemudian dari gerak tersebut dikembangkan menjadi tari kreasi.

Adapun Tim Pelaksana Pengabdian tersebut adalah  Afifah Asriati, S.Sn., M.A., Dra Desfiarni, M.Hum., Yuliasma, S.Pd., M.Pd., berserta guru-guru dari SMAN 8 Padang dan SMA Pembangunan Lab UNP yang berminat mengikuti kegiatan tersebut.

Selain itu kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah mahasiswa untuk dimaksudkan mereka juga lebih mengenal Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat tersebut.

Menurut Ketua Tim Pelaksana Pengabdian, Afifah Asriati, S.Sn., M.A., Setiap daerah memiliki keunikan ragam gerak tari yang menjadi ciri khas daerah itu sendiri. keunikan dapat dilihat dari masing-masing daerah, selain itu ragam gerak dasar dapat dikembangkan menjadi tari kreasi.

Oleh sebab itu guru harus mengetahui gerak dasar tari tradisional, keunikan gerak tari tradisional, perbedaan dan persamaan gerak tari tradisional.

“Dengan demikian guru haruslah memiliki pengetahuan dan keterampilan gerak, karena kualitas pembelajaran tari itu berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan guru,” ujarnya.

Menurut Afifah, idealnya  mata pelajaran seni budaya yang terdiri dari empat bidang yaitu seni drama, seni tari, seni musik, dan seni rupa, semuanya diajarkan kepada siswa. Namun kenyataannya dalam kurikulum 2013 sekolah boleh memilih dua bidang keahlian sesuai sumber daya manusia yang tersedia di sekolah tersebut.

“Kalau gurunya mampu pada keempat bidang tersebut, maka terselenggaralah pembelajaran untuk keempat bidang tersebut. Apabila hanya bidang musik dan seni rupa saja yang ada, maka dua bidang itulah yang diajarkan,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan Anggota tim lainnya, Desfiarni, menurutnya berdasarkan observasi awal, di kota Padang dua bidang yang menjadi kesepakatan MGMP, selama ini, yang diajarkan adalah bidang seni musik dan seni rupa.

“Kalau ini yang terjadi bagaimana nasibnya dengan pembelajaran tari?,” sambungnya.

Ditambahkannya lagi, karena banyaknya guru yang mengajar seni budaya tidak mempunyai latar belakang seni tari maka pengandiqn ini dilakukan.

Adapun target luaran yang akan dihasilkan sesuai dengan rencana kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keterampilan guru seni budaya SMAN 8 dan SMA Pembangunan Laboratorium UNP dalam pembelajaran tari.

Metode yang ditawarkan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan pembelajaran gerak dasar tari bagi guru-guru di SMAN 8 dan SMA Pembangunan Lab UNP ini adalah metode ceramah, diskusi, studi kasus, dan  workshop/pelatihan/demonstrasi.

 

 

 

Editor :  Novrizal Sadewa

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook