TINGKATKAN KAPASITAS TENAGA PENDAMPING

Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perkoperasian Digelar

Pelatihan untuk para tenaga pendamping KUKM Provinsi Sumbar ditujukan untuk peningkatan kapasitas. Tampak pada gambar, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM RI, Eko Haryono (paling kiri), dan Kepala Balatkop Sumbar, Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Desmadi Idrus (tengah). (Foto: Sisca Oktri Santi)

PADANG  (Metrans)

Untuk meningkatkan kapasitas para tenaga pendamping Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUMK), Balai Diklat Koperasi (Balatkop) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perkoperasian Bagi Pendamping, 10-11 Agustus 2017.  Kegiatan tersebut dilakukan demi semakin baiknya kinerja para tenaga pendamping KUKM Sumbar.

“Para tenaga pendamping diharapkan sering melakukan koordinasi dengan Dinas Kabupaten/Kota ataupun Balai. Apalagi mengingat di Kementerian Koperasi dan UKM amat banyak pelatihan yang bisa diakses untuk peningkatan kapasitas,” kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM RI, Eko Haryono, yang hadir di kegiatan tersebut, Kamis (10/8).


Eko menekankan agar para tenaga pendamping, yang mengembang tugas untuk membimbing para pelaku usaha yang kemudian diharapkan bisa diarahkan ke koperasi, bisa memberi pemahaman bahwa UKM merupakan bagian dari koperasi, begitu juga sebaliknya.

“Setelah pembekalan ini, diharapkan para pendamping bisa menjelaskan bagaimana itu koperasi, bagaimana cara berdiri koperasi, apapun terkait keberadaan koperasi sehingga pelaku UKM mengerti dan mau berkoperasi,” ujarnya lagi.

Dikatakan, berkoperasi membuat aman, karena jika koperasi dikelola dengan baik, anggota bisa sejahtera.

“Tapi perlu diingat, koperasi harus sehat. Salah satu syarat koperasi sehat adalah melakukan Rapat Anggota Tahunan, karena melalui RAT ini dihasilkan keputusan-keputusan penting,” tegas dia.

Di tempat yang sama, Kepala Balatkop Sumbar, Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Desmadi Idrus, menyatakan bahwa pembekalan seperti pelatihan ini memang sangat dibutuhkan oleh para tenaga pendamping.

“Tugas dari tenaga pendamping ini adalah melakukan pendampingan terhadap mereka yang telah dilatih dengan menggunakan dana APBD, baik provinsi maupun Kabupaten/Kota. Yang dilatih ini ada pelaku UKM ataupun koperasi. Selama ini tenaga pendamping sangat minim dapat pembelakan. Pembekalan seperti ini tentunya sangat dibutuhkan bagi para tenaga pendamping untuk meningkatkan kapasitas mereka,” kata Desmadi.

Kegiatan pelatihan ini didanai oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Sumbar beruntung karena jadi salah satu provinsi yang terpilih untuk menggelar kegiatan pelatihan ini. (yyn)


Jangan Lewatkan