oleh



Pemberitaan Bergemuruh, Harian Khazanah Hadir Menebar Kebaikan

PADANG (Metrans)

Tepat pada Jumat (22/2) lalu, Harian Metro Andalas resmi bermetamorfosis menjadi Harian Khazanah dengan tagline "Menebar Kebaikan". Sehubungan dengan itu, manajemen Khazanah menggelar syukuran penerbitan perdana (soft launching) di Hotel Rangkayo Basa, Padang, Minggu (24/2).

Dalam acara tersebut, juga turut diundang Sekdaprov Sumbar Alwis didampingi Asisten I Devi Kurnia, Kepala Bagian Humas se-Sumatera Barat dikomandoi Kabiro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal dan juga berkesempatan hadir Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus, Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar Basril Basyar, Komisaris PT. Semen Padang Khairul Jasmi, serta tamu undangan lainnya.


Gamawan Fauzi selaku Penasehat Harian Khazanah saat menyampaikan kata sambutan pada acara itu mengatakan, banyak pertanyaan yang muncul sejak hadirnya Harian Khazanah. Betapa tidak, saat ini media-media cetak sedang diambang kesusahan dan dalam angka penurunan oplah.

"Banyak pertanyaan yang muncul. Ketika penurunan oplah, malah kita muncul dan saya pun ditunjuk jadi Penasehat di Harian Khazanah," kata dia.

Ia mengatakan, jika dilihat belakangan ini, media online tumbuh ratusan ribu di Indonesia. Bahkan di Sumatera Barat ini, juga ada ribuan media online yang memungkinkan akan menjatuhkan media-media cetak yang ada di Sumbar.

"Media online tumbuh ratusan ribu di Indonesia. Itu tak menjadi hambatan bagi kita. Sebab, banyak jalan untuk bisa sukses dan banyak cara untuk bisa beribadah. Sebab, media-media sekarang isinya cenderung seragam. Seperti berita mutilasi, pemerkosaan, anak bunuh bapak, kampanye. Energi itu tiap hari mengganggu kita," ungkap mantan Menteri Dalam Negeri itu.

Lebih lanjut kata dia, saat ini media yang lebih mengarah ke agama itu cenderung sedikit. "Yang lebih ke agama kan sedikit. Apalagi yang menebar kebaikan, itu kan belum ada. Makanya saya bilang ke Bobi (Komisaris Harian Khazanah-red), dari segi bisnis ini peluang," sebutnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran Khazanah di masyarakat luas.

"Pemprov menyambut baik kehadiran Khazanah. Media cetak itu sebagai referensi utama bagi siapapun. Saya berfikir media cetak tak akan pernah mati. Karena media online sudah sangat banyak, makanya lebih memilih cetak. Artinya tidak ada lagi referensi yang membuat kita bersama percaya," sebutnya.

Ia mengatakan, Harian Khazanah juga memberikan warna baru di dunia pers Indonesia, terkhusus di Sumatera Barat. Pihaknya juga berharap agar dapat sesegera mungkin bekerjasama dengan Harian Khazanah.

Ia juga mengapresiasi ucapan yang dilontarkan Gamawan Fauzi seperti tagline yang ada pada Harian Khazanah, yakni "Menebar Kebaikan.

"Kami apresiasi kata Pak Gamawan. Kami akan tunggu Khazanah menebar kebaikan, akan kami tunggu. Mudah-mudahan dengan adanya Khazanah ini, dapat memberikan warna baru di dunia pers Sumatera Barat," lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Jasman juga menegaskan bahwa Pergub Nomor 30 Tahun 2018 yang mengatur tentang aturan kerjasama Pemprov dengan media tidak menyangkut terkait kebebasan pers.

"Itu tidak menyangkut ke kebebasan pers. Kan tidak melarang mencari berita, hanya saja memberikan aturan terkait kerjasama. Tujuannya pun menghargai wartawan dan media yang profesional. Banyak oknum wartawan mingguan yang mengaku jadi wartawan dan punya media yang dipergunakan untuk menakut-nakuti pejabat," kata dia.

Sementara, Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus mengatakan, Harian Khazanah membawa sesuatu yang berbeda terkait gemuruh pemberitaan saat ini.

"Saya berkeyakinan, karena Pak Gamawan adalah pionernya Sumbar, bintangnya bersinar terus. Seperti nasihatnya yang dilontarkan tadi," kata dia.
 
Lebih lanjut kata dia, di Sumatera Barat memang banyak media yang saat ini masih eksis. Namun, yang terdaftar dan terverifikasi di dewan pers sangatlah sedikit.

"Sekitar 44 ribu media di data dewan pers, namun yang terdaftar dan terverifikasi di dewan pers itu sangat sedikit, tak sampai seribu. Harapannya, Khazanah perlu menuju itu," ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Heranof juga mengapresiasi Pemimpin Redaksi Harian Khazanah Eko Yanche Edrie. Menurutnya, Eko adalah wartawan dengan "baju terbanyak".

"Selamat untuk Eko dan jajaran. Eko ini adalah wartawan Sumbar yang terbanyak bajunya. Beliau layak disebut pakar media. Semoga, ini adalah baju terakhirnya," katanya sembari tertawa. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru