MAJUKAN WISATA DAERAH

Pemkab Pasbar Latih Puluhan Pramuwisata

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat, Budiman (dua dari kiri) menyerahkan baju HPI kepada Sekda Pasbar, Manus Handri (dua dari kanan) didampingi Kepala Dinas Pariwisata Pasbar, Armen (kanan) saat pelatihan pramuwisata di Simpang Empat, Senin.

SIMPANG EMPAT (Metrans)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melatih puluhan pramuwisata (quide) dalam rangka memajukan wisata di daerah itu.

"Pramuwisata ini merupakan salah satu komponen yang diharapkan mampu mempromosikan objek wisata ke wisatawan baik lokal maupun mancanegara," kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Manus Handri usai membuka pelatihan quide di Simpang Empat, Senin.


Ia mengatakan Pasaman Barat dari segi destinasi atau objek wisata tidak kalah dengan daerah lain.

Pasaman Barat memiliki beragam objek wisata, dimulai dari objek wisata gunung, pantai serta pulau.

 “Jika dihitung di Pasaman Barat ada 61 objek wisata alam yang siap kita jual. Namun, belum terekpos secara nyata sehingga wisatawan tidak memiliki petunjuk untuk itu,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk itulah perlu pihak atau orang yang mempromosikan objek wisata Pasaman Barat ke luar salah satunya dengan quide.

Karena, tidak semua orang tahu dimana letak objek wisata Gunung Talamau, objek wisata Pulau Panjang. Dengan kehadiran quide, diharapkan objek wisata di Pasaman Barat berlahan akan terjual.

Menurutnya, pengenalan objek wisata ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja. Karena, promosi wisata perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak mengecewakan wisatawan tersebut.

Artinya, pengenalan objek wisata juga perlu dilakukan dari mulut ke mulut. Misalnya orang yang sudah pernah melihat indahnya Pantai Air Bangis yang indah, dipercantik dengan pulau-pulaunya akan memperkenalkan kepada orang lain juga.

Tugas quide tidak berhenti sampai disitu, jika dilihat bagaimana daerah lain mempromosikan objek wisatanya jelas Pasaman Barat belum melakukan itu.

Misalnya, promosi wisata yang dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Quide atau dinas pariwisata bisa mengambil kesempatan itu pula untuk mempromosikan wisata Pasaman Barat dengan memajang foto di BIM.

 “Kita lihat di BIM itu sekarang ini, sudah banyak daerah lain yang mempromosikan objek wisata andalannya seperti Pesisir Selatan dengan Pulau Mandehnya. Pasaman Barat juga bisa melakukan hal yang sama dengan menjual objek-objek wisata andalan yang ada," ujarnya.

Ia menjelaskan jika objek wisata sudah tersedia di Pasaman Barat maka tinggal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Quide tidak hanya paham dengan pengenalan objek wisata saja, namun harus dibarengi dengan penambahan ilmu pengetahuan seperti penguasaan bahasa asing.

 “Bahasa Inggris itu tidak bisa ditinggalkan oleh seorang quide, harus dikuasai selain bahasa lainnua,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Armen mengatakan pelatihan Quide diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari kelompok sadar wisata dan orang yang bergerak di dunia pariwisata.

Pelatihan yang diikuti selama empat hari tersebut diupayakan akan mencapai ouput yang maksimal dalam pengenalan objek wisata.

 “Pelatihan selama empat hari ini, yakni dua hari di Pasaman Barat dan dua hari di Bukittinggi. Di Bukittinggi langsung praktek lapangan artinya mereka langsung menjadi quide seperti di Lubang Jepang,” katanya.

Pelatihan Pramuwisata (quide) ini langsung menghadirkan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat, Budiman. (mln)


Jangan Lewatkan