DI KAWASAN PASAR RAYA PADANG

Pemprov Sumbar Razia Penggunaan Bahan Berbahaya pada Makanan

Kabiro Perekonomian Sumbar Heri Nofiardi (kanan) melakukan sidak di Pasar Raya. Foto: Ist

PADANG (Metrans)

Tim razia bahan makanan berbahaya Pemerintah Sumbar melakukan razia penggunaan bahan-bahan berbahaya pada makanan olahan dan bahan makanan segar di kawasan Pasar Raya Padang, Selasa (17/10).

Tim razia tersebut terdiri dari, Badan Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Peternakan Sumbar. Tim ini dikoordinir oleh Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar.


Hasilnya, tim sudah mengambil sejumlah sampel yang diduga menggunakan zat berbahaya. Seperti tepung bahan-bahan kue, daging sapi, daging ayam, sayuran, cabe dan beras. Bahan yang diwaspadai seperti, formalin, boraks, pestisida pada sayuran, zat pewarna, beras celup, sampai pengawet pada cabe giling.

"Kita memang tidak bisa memastikan apakah sejumlahkan makanan dan bahan makanan segar itu terpapar zat berbahaya, karena tidak kasat mata. Untuk itu tim melakukan penelitian dulu di laboratorium,"sebut Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Heri Nofiardi.

Dikatakannya, razia tersebut dilakukan mengingat banyaknya informasi penggunaan zat kimia berbahaya pada makanan dan bahan makanan segar. Dengan razia tersebut penggunaan bahan berbahaya pada makanan tidak marak lagi.

"Jika tidak kita perhatikan maka oknum-oknum pedagang yang mencari keuntungan sesaat makin berani. Itu akan membahayakan masyarakat,"ujarnya.

Diakuinya, dalam mengkoordinir tim ini Biro Perekonomian berdasarkan surat perintah bersama nomor 43/2013. Surat tersebut mengamanahkan pada gubernur untuk mengawasi penggunaan zat berbahaya pada makanan dan bahan makanan segar.

Selain razia secara sporadis ini, ke depan Pemprov Sumbar juga akan melakukan razia secara berkala. Dengan itu tim akan dapat mengawasi peredaran makanan yang tidak sehat.

Kedepan, jika dari sampel yang diambil didapati zat berbahaya, maka tim akan mengambil tindakan, baik secara hukum maupun tindakan tegas lainnya. "Dari sampel yang kita ambil ada zat berbahaya, maka akan kita selidiki asalnya, dan ditindak sesuai aturan,"tegasnya. (pep)


Jangan Lewatkan