oleh



Pengakuan Pilu Istri yang Nyaris Tewas Digorok Suami: Dia Sangat Kasar, Juga Suka Nyabu

PAINAN (Metrans)

Ternyata kecanduan narkoba tidak hanya bahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain. Setidaknya, ini cerita Ani (38), warga Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Gara-gara sang suami, Andi (24) yang kecanduan nyabu, dia nyaris tewas digorok menggunakan sebilah pisau dan harus mengalami 30 jahitan di lehernya.

Hal ini dikatakan Ani ketika ditemui di rumahnya, Kamis (17/10). Akibat kecanduan nyabu itu, sang suami sering tidak peduli, berlaku kasar, bahkan menganiaya sang istri dan anak tirinya.


"Dia itu sangat kasar. Tidak peduli sama kita. Sepertinya dia sangat benci dengan anak tirinya. Kalau dibilang, dia itu pemakai narkoba jenis sabu," kata Ani.

Diakuinya, sewaktu di Pekanbaru, sang suami yang diketahui juga merupakan residivis kasus pencurian itu, berdagang dengan menggunakan becak atau yang lebih dikenal dengan ngampas. Saat itu, diketahui sang suami juga sudah kecanduan mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

(Baca juga: Usai Gorok Leher Istri, Andi Dibekuk Polisi, Korban Alami 30 Jahitan)

"Waktu di Pekanbaru dia ngampas pakai becak. Lepas dari situ, gak tau lagi kerjanya apa. Kalau makai (narkoba), dia waktu ngampas itu dah makai," bebernya.

Ia pun memastikan, sikap suaminya yang seperti itu dikarenakan efek negatif penggunaan narkoba. Sebab, sejak sang suami diketahui mengkonsumsi barang haram itu, kelakuannya berubah drastis.

"Pasti, dah jelas karena narkoba itu. Sejak dia makai itu jelas nampak perubahannya. Yang kasar, tak peduli, kalau dikasih tau malah ngamuk-ngamuk, dikasih nasihat malah kita yang diancam," imbuhnya.

Bahkan, mestinya sang suami menjadi tulang punggung di keluarganya, alias "membanting tulang" untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun nyatanya, sang suami yang kini sedang menjalani proses hukum di Mapolres Pesisir Selatan itu, seolah-olah tidak peduli dengan keluarganya.

"Susahnya itu, dia sebenarnya butuh kami, tapi dia tidak berusaha memenuhi kebutuhan kami. Pernah suatu hari, waktu tu kita tidak menanak nasi dari pagi sampai malam, dia tidak ada usaha dan ia hanya di rumah terus," lanjut dia.

Tak hanya itu, bahkan Ani sering jadi pelampiasan amarah suaminya. Ia pernah dicekik, dan baru-baru ini digorok hingga harus mengalami 30 jahitan di lehernya.

"Dicekik malahan. Untung waktu itu saya melapor ke Pak RT. Dan Pak RT menyelamatkan saya dan langsung menghubungi polisi. Untuk memberikan keterangan ke kantor polisi, saya juga dikawal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Unit Reksrim Polsek Ranah Pesisir meringkus Andi (24) yang melakukan penganiayaan kepada Ani (38) istrinya sendiri dengan menggorok leher istrinya menggunakan sebilah pisau yang mengakibatkan korban mengalami luka 30 jahitan. Pelaku diringkus di Nagari Nyiur Melambai Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (16/10) sekira pukul 09.30 WIB.

Saat itu, pelaku berhasil melarikan diri. Atas informasi warga setempat bahwa adanya peristiwa ini, pihaknya mendatangi dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

"Kita langsung datangi TKP. Untuk memburu pelaku yang kabur, kita dibantu masyarakat melakukan pencarian dan penyisiran di setiap kampung yang ada di Nagari Nyiur Melambai dan Nagari Pelangai sampai pukul 05.00 WIB. Dan sekira pukul 09.30 WIB, kita memperoleh keberadaan pelaku. Dan bersama masyarakat, dilakukan penangkapan terhadap pelaku," ungkap Kapolsek Ranah Pesisir, Iptu Erianto. (fdl)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru