oleh



Pengakuan Remaja yang Antar Sambal Berisi Sabu ke Lapas Payakumbuh: Demi Lunasi Utang Rp200 Ribu

PAYAKUMBUH (Metrans)

DRP (20), remaja yang dibekuk petugas jaga Lapas Klas IIB Payakumbuh karena tertangkap membawa narkoba jenis sabu dalam paket sambal (gulai) yang diantarnya, diperiksa penyidik Satresnarkoba Polres Payakumbuh, Kamis (22/8) siang.

Ternyata, DRP nekat mengantar gulai bercampur sabu itu agar dapat melunasi hutangnya kepada seorang pria berinisial UCK. Jika tidak, sepeda motor miliknya bakal diambil oleh UCK yang kini masih diburu polisi.


Berbeda dengan DRP, UCK yang diduga sebagai otak dalam bisnis pengantaran narkoba jenis sabu untuk narapidana itu berhasil lolos saat tersangka DRP diamankan oleh petugas jaga Lapas saat itu.

Kepada penyidik, tersangka DRP menyebut, hutang sebesar Rp200 ribu lah yang mendorong ia untuk berbuat nekat, sehingga mengamini permintaan UCK untuk mengantarkan narkoba tersebut. Jika tidak, sepeda motor kesayangannya bakal diambil oleh UCK karena ia tidak mampu melunasi hutang.

"Saya terpaksa memenuhi permintaan UCK untuk mengantarkan gulai bercampur narkoba tersebut kepada napi di Lapas Payakumbuh, sebab saya harus melunasi hutang sebesar Rp200 ribu. Jika tidak sepeda motor saya akan diambil. Untuk mengantarkan barang itu saya diberi upah Rp150 ribu sehingga jika selesai hutang saya tersisa Rp50 ribu," ujar DRP kepada penyidik.

DRP juga menyebut, bahwa ia mengetahui barang yang akan ia antar tersebut telah dimasukkan 1 paket narkoba jenis sabu-sabu oleh UCK.

"Iya saya tahu, bahwa barang itu adalah gulai yang telah dimasukkan 1 paket narkoba jenis sabu-sabu," tutupnya.

Sementara, Kapolres Payakumbuh, AKBP Endrasetywan Setyowibowo melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri didampingi Kasubag Humas, Iptu. Rika Susanto mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan terus melakukan penyelidikan dan pemeriksan terhadap tersangka DRP.

"Untuk tersangka DRP masih kita lakukan pemeriksaan, kepada petugas ia menyebut baru sekali melakukan hal itu, namun tentu kita tidak mudah percaya. Kita akan terus kembangkan kasus ini," sebut Desneri.

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Agam itu juga menambahkan, dari keterangan tersangka DRP, uang untuk pembeli narkoba itu berasal dari dari dua orang napi di Lapas yang berada di samping pusat perbelanjaan itu.

"Dari keterangan tersangka DRP juga disebutkan bahwa uang untuk pembeli Narkoba itu berasal dari dua orang Napi di Lapas Payakumbuh," tukuknya. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru