oleh

PKM DOSEN SENDRATASIK FBS UNP

Pengembangan Motorik Anak TK Melalui Gerak Kreatif

Simpang Empat, Khazanah--- Sebagaimana  layaknya, pembelajaran tari pada anak usia dini/TK bertujuan untuk melatih motorik anak agar dapat difungsikan menurut semestinya. Di sisi lain pembelajaran tari bagi anak TK  dapat memupuk rasa percaya diri dan keberanaian dalam melakukan aktivitas tertentu.

 

Dengan demikian, pembelajaran tari dengan suguhan tari bentuk/repertoar tari  bukanlah  menjadi tujuan utama bagi anak usia dini/TK,  akan tetapi  pembelajaran tari pada anak TK lebih mengutamakan proses bukan  produk. 


Tidak disangkal lagi dalam proses pembelajaran tari para guru kebingunngan untuk memilih materi tari yang akan dibelajarkan, karena para guru TK berfikir bahwa keterampilan motorik hanya dapat dibelajarkan melalui repetoar tari, hal itu sangat keliru, karean pembelajaran tari pada anak TK siswa bukanlah dipesersiapkan  untuk menjadi seorang seniman, namun lebih kepada pengayan motorik.

Berangkat dari kenyaataan tersebut, Program Kemitraan Masyarakat, Tim Pengabdian Masyarakat dari dari Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan Pelatihan Pengembangan  Motorik Melalui Gerak Kreatif sebagai Sumber Kreasi Tari  Inovatif bagi Guru-Guru TK di Kabupatan Pasaman Barat.

“Untuk itu   keterampilam  motorik adalah suatu hal yang diharapkan dengan tujuan  agar anak memiliki keberanian, rasa percaya diri dan dapat secara luwes memfungsikan motoriknya dengan tepat, kata Dr, Fuji Astuti, M. Hum. Ketua Program Kemitraan Masyarakat, Tim Pengabdian Masyarakat dari dari Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (5/11).

Pelatihan diberikan dalam bentuk menata kreasi  tari inovatif dengan mengembangkan materi tari yang bersumber dari pengembangan idesional/cerita yang dieksplorasi dalam bentuk gerak kreatif.

Dalam pengembangan gerak kreatif tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan  kegiatan imitasi  pada benda alam likungan sekitarnya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, sebagai dasar  

Dengan demikian pembelajaran tari dapat dibelajarkan pada anak TK sesuai dengan tingkat kemampuan  motorik dan kekayaan gerak-gerak kreatif yang dimiliki oleh peserta didik. Sejalan dengan itu rangkaian gerak-gerak kreatif dapat disajikan dalam bentuk kreasi tari, inovatif, kreatif dan komunikatif

Ditambahkan Fuji Astuti, belum tersedianya jenis tarian anak-anak yang dapat dijadikan model dalam proses pembelajaran tari sesuai dengan tingakat kesulitan dan usia anak TK.

Hal demikian membuat para guru kebingungan dan harus membelajarakan tari tanpa mempertimbangkan tingkat kesulitan gerak yang semestinya disesuaikan dengan tingkat umur anak.

“Pada gilirannya tari tidak dapat diekspresikan dengan baik karena tidak sesuai dengan tingkat jangkawan anatomi anak. Untuk itu perlukan pengembangan gerak-gerak kreatif melalui rangsangan/stimulus dengan aktivitas eksplorasi baik melaui rangsangan visual, auditif, idesional maupun imitasi terhadap benda alam sekitarnya, yang seluruhnya bermuara dalam aktivitas menari sesuai dengan tingkat karakteistik anak,” tambah Fuji Astuti.

Untuk mengatasi masalah seperti dijelaskan di atas para guru TK dapat melatih anak  dengan cara melahirkan gerak-gerak kreatif sebagai sumber kreasi tari yang inovatif.  

“Dipastikan upaya memperkaya aktivitas motorik anak, dapat dijadikan sebagai modal dasar dalam proses pembelajaran tari yang semestinya dilakukanoleh seorang guru. Untuk itu perlu memberikan binaan dan pelatihan  kepada guru-guru TK  terkait dengan teknik melahirkan gerak-gerak kreatif, kemudian dikembangkan dalam bentuk rangkaian kreasi tari yang inovatif dan  dapat diapresiasi oleh anak TK. Dengan demikian para guru dengan mudah dapat membelajarkan tari sesuai dengan karakteristik anak,” tutup Fuji Astuti.

Adapun Tim Pelaksana Pengabdian tersebut adalah Dr. Fuji Astuti, M. Hum., dan Dr. Jagar Lumban Toruan, M. Hum., sebagai anggota.

Selain dosen dari Jurusan Sendratasik pengabdian kepada masyarakat yang merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini juga melibatkan sejumlah mahasiswa dan guru TK mupun Paud di Pasaman Barat. (Novrizal Sadewa)

 

             

 

 


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru