oleh

SETELAH GAGAL 28 FEBRUARI LALU

Pengesahan AKD DPRD Sumbar Kembali Ditunda

PADANG (Metrans)

Rapat paripurna untuk penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Sumbar kembali ditunda. Dalam rapat paripurna, Selasa (20/3), Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim yang memimpin rapat kembali menunda pengesahan AKD itu sampai Senin (26/3) mendatang.

Sebelumnya, rapat paripurna pembahasan AKD itu dilaksanakan pada 28 Februari lalu, kemudian ditunda Selasa (20/3). Saat itu penundaan dikarenakan pembahasan AKD belum tuntas.


"Kita terpaksa menunda paripurna AKD lagi karena mayoritas anggota dewan meminta pengunduran karena kesibukan mereka. Ada workshop yang akan diikuti mereka," kata Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim usai memimpin rapat paripurna.

Rapat paripurna yang dibuka Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim didampingi Wakil Ketua Arkadius Dt Intan Bano, Darmawi dan Guspardi Gaus, awalnya dijadwalkan pukul 16.00 WIB, namun molor hingga pukul 16.30 WIB.

Setelah dibuka, rapat paripurna sempat diskor selama 15 manit karena azan magrib. Nyatanya, rapat baru dicabut skornya sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah dibuka lagi, atas permintaan kourum rapat ditunda lagi hingga Senin (26/3).

Dari informasi yang dihimpun Metrans, sejumlah nama sudah muncul menjadi ketua masing-masing komisi. Afrizal (Golkar) komisi I, Muzli M Nur (PAN) komisi II, Murdani (Nasdem) komisi III, Suwirpen Suib (Demokrat) komisi IV dan Hidayat (Gerindra) komisi V. Kemudian Ketua Bapemperda diisi Rafdinal (PKS).

Selanjutnya untuk komisi I, nama-nama yang masuk adalah Afrizal dari fraksi partai Golkar, HM Nurnas (Demokrat), Ahmad Rius (PAN), Algazali (PPP), Widayatmo (PKS), Armiati (Hanura) dan Albert Hendra Lukman (PDI P, PKB dan PBB), Jasma Juni Dt Gadang (Gerindra) dan Endarmy (Nasdem).

Komisi II diisi oleh Muzli M Nur (PAN), Sitti Izzati AzIz (Golkar), Irwan Apriadi (Nasdem), Darman Sahladi (Demokrat), Sudarmi Saogo (Gerindra), Yuliarman (PPP), Novi Yuliasni (PPP), Mochklasin (PKS), Muslim M Yatim (PKS), Syaiful Ardi (Hanura) dan Riva Melda (PDI P, PKB dan PBB).

Komisi III diisi Murdani (Nasdem), Yulfitni Djasiran (Golkar), Marlina Suswati (Golkar), Ismunandi Sofyan (Gerindra), Supardi (Gerindra), Indra Dt Rajo Lelo (PAN), Iswandi Latief (PAN), Bukhari Dt Tuo (PAN), Liswandi (Demokrat), Martias Tanjung (PPP), Irsyad Syafar (PKS), Zusmawati (Hanura) dan Komi Chaniago (PDI P, PKB, PBB).

Kemudian komisi IV ada Suwirpen Suib (Demokra), Saidal Masfiyudin (Golkar), Suhemdi (Golkar), Sabar AS (Demokrat), Novrizon (Demokrat), Ahmad Khaidir (Gerindra), Erman Mawardi (PAN), Syafril Ilyas (PPP), Irradatillah (PPP), Rafdinal (PKS), Evel Murfi Sjaifoel (Nasdem), Taufik Hidayat (Hanura) dan Burhanuddin (PDI P, PBB, PKB).

Komisi V ada Hidayat (Gerindra), Aristo Munandar (Golkar), Zigo Rolanda (Golkar), Asrul Tanjung (Demokrat), Sabrana (Gerindra), Darmon (PAN), Amora Lubis (PPP), Zalman Zaunit (PPP), Rahmat Saleh (PKS), Rahayu Purwanti (PKS), Risnaldi (Nasdem), Apris (Nasdem), Marlis (Hanura), Rizanto Algamar (PDI P, PKB, PBB) dan Achiar Dt Bagindo Mole (PDI P, PKB, PBB). (pep)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru