oleh

FKPT SUMBAR SOSIALISASI PENCEGAHAN RADIKALISME

Perempuan Berpotensi Turunkan Tensi Radikalisme

PADANG -- Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya mencegak meluasnya paham radikalisme yang bisa menjurus ke arah terorisme. Dalam rumah tangga, peranan perempuan sangat kuat untuk menentukan prilaku anggota keluarganya.

“Jadi, di tangan ibu-ibu dan kaum perempuan lah kunci meluas atau tidak nya paham radikalisme yang membahayakan kesatuan dan kedamaian bangsa ini,” kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis ketika berbicara di depan peserta sosialisasi peranan perempuan dalam mencegah radikalisme terorisme di hotel Kyriad Bumiminang, Padang kemarin.

Itulah sebabnya, BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat melaksanakan kegiatan yang seluruh pesertanya adalah perempuan. 105 peserta ini berasal dari berbagai organisasi perempuan di Sumatera Barat.


Terorisme yang dipicu radikalisme adalah kejahatan luar biasa yang merusak keamanan umatg manusia di seluruh dunia. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tak hanya menghiulangkan nyawa manusia, tapi juga merusak bangunan milik publikk, harta benda dan yang juga tak kalah penting adalah merusak keberagaman, multikulturalisme dan  kerukunan antarumat beragama.

“Radikalisme dan teriorisme juga merupakan hal yang potensial merusak kedaulatan satu bangsa, tak ada kata lain kecuali harus dicegah dan diberantas,” kata mantan pasukan elit TNI, Kopassus itu.

Karena itu, kata Hendri Paruhuman Lubis, salah satu upaya pencegahan dilakukan dengan dan dari berbagai jalan. Salah satunya adalah dari peranan kaum perempuan. “Tapi harus juga diingat, bahwa perempuan juga merupakan kelompok yang rawan terpapar paham radikalisme terorisme,” ujar Deputi BNPT itu.

Ketua FKPT Sumbar, Dr. Zaim Rais, M.A menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari lima kegiatan utama FKPT Sumbar sepanjang tahun 2019. “Kali ini adalah kegiatan bidang perempuan dari lima bidang yang ada di FKPT,” kata Zaim Rais.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengakui bahwa saat ini bangsa ini  asih terus diganggu oleh aksi-aksi terorisme. “Berbagai cara telah dilakukan pemerintan baik melalai aparat keamanan dengan pendekatan penindakan maupun melalui tindakan pencegahan, ada hard approach ada soft approach. Sosialisasi tentang bahaya radikalisme dan bahaya terorisme adalah cara soft approach seperti yang dilakukan FKPT ini,” kata Nasrul Abit.

Wagub memberi apreasiasi kalau BNPT dan FKPT juga memberi penguatan kepada kaum perempuan agar bisa menjadi agen perdamaian dalam rangka mencegah tumbuh-kembangnya paham radikalisme di Sumatera Barat.

Ia sependapat dengan Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT bahwa perempuan memiliki potensi untuk ikut serta mencegah meluasnya paham radikalisme itu. “Di Sumatera Barat, perempuan adalah elemen yang penting dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau. Peranan  sebagai lempapeh rumah nan gadang adalah peranan sebagai ibu yang men gayomi anak-naknya. Kata dan pendapat seorang bundo kanduang di Minangkabau sangat didengar oleh anak dan cucunya, BNPT dan FKPT boleh menggunakan potensi ini untuk menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat,” kata Wagub. (jer)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru