Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan di Ramayana Bukittinggi, Lima Tersangka Peragakan 38 Adegan

Proses rekonstruksi kasus penganiayaan di Ramayana Bukittinggi, Selasa (3/12).

BUKITTINGGI (Metrans)

Kepolisian Resort Bukittinggi melakukan rekonstruksi terhadap kasus penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian terhadap korban berinisial GN di tempat kejadian perkara (TKP) Plaza Ramayana Pasar Atas, Kota Bukittinggi, Selasa (3/12).

Tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama ini dilakukan oleh lima orang pelaku. Para pelaku pun turut dihadirkan dalam proses rekonstruksi ini. Mereka yakni AS (26), RS (20), RR (24), JPH (19), dan  FI (22), sedangkan untuk korban diperankan oleh pemeran pengganti.


Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kabag Ops, Kompol Partahian Pane didampingi Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan yang didapat, terdapat 38 adegan yang diperagakan oleh para pelaku selama rekonstruksi.

Ia menjelaskan korban merupakan warga Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah Piai Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Sebagaimana dengan Laporan Polisi nomor : LP/244/A/IX/2019 SPKT.Res-Bkt, tanggal 9 September 2019.

"Pasal yang disangkakan kepada pelaku di dalam kejadian tindak pidana tersebut adalah Pasal 170 Ayat 2 Ke (3) KUHPidana," ungkap Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution.

Kegiatan rekonstruksi ini, lanjut dia, dilaksanakan untuk mengetahui peran para pelaku, sehingga menggambarkan secara jelas jalan cerita terjadinya tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Juga memberikan gambaran kepada pihak jaksa penuntut umum di dalam proses sidang di pengadilan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan tersebut, kami menurunkan personel sebanyak 90 personel," pungkasnya.

[Iwin SB]


Jangan Lewatkan