oleh



Polres Bukittinggi Tangkap Pengedar Narkoba di IV Koto Agam

BUKITTINGGI (Metrans)

Polres Bukittinggi berhasil menangkap seorang pemakai dan pengedar Narkoba jenis ganja seberat 35 kg dan paket kecil sabu-sabu 1,5 gram serta sejumlah uang, Senin (26/2) sekitar pukul 17.00 Wib di Jorong Jambak Nagari Sianok VI Suku Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana didampingi Waka Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai dan perwira lainnya jumpa pers dengan wartawan, Kamis (1/3) di ruang Subbag Humas Polres Bukittinggi mengatakan, penangkapan Narkoba jenis ganja ini sangat spektakuler dalam pelaksanaan “Operasi Antik Singgalang 2018” dari tanggal 14 hingga 27 Februari 2018.


Setelah diinterogasi tersangka, kata kapolres, Narkoba jenis ganja ini akan diedarkan di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, apalagi Kota Bukittinggi kini bukan lagi sebagai pelintas jaringan Narkoba, melainkan akan mengarah sebagai tempat peredaran Narkoba jenis ganja dan sabu-sabu.

Dikatakan, penangkapan ini ada peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2017, yang mana di tahun itu tertangkap dua orang tersangka dengan barang bukti 4 butir jenis ektaksi dan 3 paket jenis sabu-sabu.

Disebutkan, penangkapan diawali atas informasi dari masyarakat ke jajaran Sat Res Narkoba yang langsung ditindaklanjuti serta menyelidikinya selama tiga bulan dan dibuatkan jadi TO dalam Operasi Antik, dan dalam operasi tersebut berhasil menangkap tersangka berinisial RA (47) di lokasi dan waktu sebagaimana tersebut diatas.

Dalam pengakuan tersangka RA bahwa Narkoba jenis ganja tersebut dibawa dari Penyabungan Propinsi Sumatera Utara, dan akan diedarkan di Kota Bukittinggi juga daerah Kabupaten Agam.  Dalam operasi Antik ini jajaran Sat Res Narkoba Polres Bukittinggi sebelumnya sudah menangkap dua orang pelaku perkara Narkoba jenis ganja dan shabu.

Selanjutnya Kasat Res Narkoba AKP Efriandi Aziz, SH, mengatakan, dari tersangka dan rumah tersangka RA berhasil disita Narkoba jenis ganja dengan rincian, enam belas paket besar ganja yang terbungkus lakban warna kuning di dalam ember warna merah didapur rumah, sembilan paket besar ganja yang terbungkus lakban warna kuning didalam karung warna putih didapur rumah.

Kemudian sembilan paket besar ganja terbungkus lakban warna kuning didalam karung warna putih juga di dapur, satu paket sedang ganja yang terbungkus lakban warna kuning yang disimpan dibalik seng ruang tengah rumah, satu paket kecil ganja yang terbungkus plastik warna biru dibalik seng diruang tengah rumah, dan satu paket kecil ganja teebungkus plastik biru dikamar rumah dan diperkirakan semuanya 35 kg, dan kepada tersangka RA disangka melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 111 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahub 2008 tentang Narkoba dengab ancaman hukuman paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun, demikian Efriandi Aziz, SH. (win)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru