Postingan 'Republik Andalas Raya' di Facebook Membuat Dokter Hewan ini Divonis 1 Tahun Penjara

Seorang dokter hewan di Limapuluh Kota divonis 1 tahun penjara dan denda Rp800 juta atas perbuatan makar di akun facebook miliknya.

LIMAPULUH KOTA (Metrans)

Seorang dokter hewan di Limapuluh Kota berinisial SY (49) dijatuhi vonis 1 tahun pidana penjara dan denda Rp800 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota atas dakwaan makar.

Majelis Hakim yang diketuai Hery Cahyono menjatuhkan vonis karena terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melanggar Pasal 45a ayat 2 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Eletronik (ITE) junto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.


Sidang vonis yang digelar Rabu pagi (4/12) itu juga dihadiri keluarga dan Penasihat Hukum terdakwa, Riedia Nadra dari Kantor Hukum Mitra Wahana Padang, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yanti Rahman dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Atas putusan majelis hakim yang lebih rendah dari tuntutan JPU itu, baik terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun JPU sama-sama menerima. 

"Iya, kemarin sidang perkara pidana dengan nomor 109/Pid.Sus/2019/PN Tjp telah memasuki tahapan vonis, terdakwa SY divonis majelis hakim 1 tahun pidana penjara denda 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun JPU sama-sama menerima," sebut Humas PN Tanjung Pati, Isnandar Syahputra, Kamis siang (5/12).

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Payakumbuh menuntut terdakwa kelahiran Pekanbaru – Riau itu dengan tuntutan pidana penjara 1 tahun 3 bulan dan denda 800 juta subsider 3 bulan kurungan.

Hal yang memberatkan terdakwa adalah, perbuatan yang ia lakukan dapat menganggu keharmonisan hubungan silaturahmi di tengah masyarakat yang pluralistis.

Sementara hal yang meringankan adalah, terdakwa yang ditangkap Tim Gabungan Polres Limapuluh Kota pada 3 Juni 2019 adalah, ia mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi serta terdakwa belum pernah dipidana.

Sebelumnya diberitakan, SY ditangkap karena diduga melakukan perbuatan makar di akun facebook bernama Drh Syahrizal yang terpajang beberapa foto dokter hewan tersebut, baik saat ia bersama seorang wanita yang diperkirakan istrinya maupun foto sebuah pulau yang ditulis “Republik Andalas Raya”.

Dalam Foto Republik Andalas Raya itu juga tertulis kalimat yang berbunyi, “Saya tdk ingin makar tp jika kalian pikir NKRI itu hy hitungan jumlah pemilih di pulau Jawa saya py hak utk bergerak paling terdepan utk mewujudkan ini n jgn kalian anggap ini hy meme meme main mainan saja #kamitelahsedang bergerak," tulis akun tersebut.

[Lili Yuniati]


Jangan Lewatkan