oleh



Ratusan Bibit Ikan Kerapu di Sikakap Mati

23-Februari-2018

Mentawai, (Metrans)

Ratusan bibit Ikan Kerapu bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk kelompok nelayan Keramba Jaring Apung (KJA) mati, diakibatkan bakteri yang menyerang insang ikan-ikan tersebut.


Ardimansyah, staf Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai menyebutkan, hal itu harus segera diatasi."Kematiannya disebabkan bakteri yang menyerang insang ikan.Kalau tidak cepat diatasi, semua bibit akan mati," ujarnya

Dikatakannya, salah satu penyebab bakteri tersebut menyerang ikan-ikan di KJA karena air kotor."Masih banyak masyarakat yang membuang sampah kelaut," ungkapnya.

Lanjut, dikatakan Ardimansyah, penyebab lain adalah cuaca. Saat musim hujan, air laut akan bercampur dengan air hujan, akibatnya air menjadi lebih dingin dan keruh. "Keadaan ini juga bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang bibit kerapu yang dipelihara kelompok nelatan KJA tersebut," jelasnya.

Tidak hanya itu, penyebab lain juga berpengaruh terhadap pembibitan kerapu yaitu musim gelora dasar laut. Kalau musim ini, pasir yang ada di dasar laut akan naik. Kalau sudah seperti itu, kerapu akan mudah terserang bakteri.

Kalau sudah terserang bakteri, insang kerapu akan terlihat putih, itu salah satu tandanya. Cara mudah mengatasinya, kerapu-kerapu tersebut insangnya harus digundar menggunakan sikat gigi hingga bersih kembali, katanya.

Selain itu, seorang anggota kelompok nelayan KJA Maju Bersama, Bisri menyebutkan hampir tiap hari bibit Ikan Kerapu yang mereka pelihara mati."Apakah pengaruh hujan atau cuaca yang tidak menentu, setiap hari bibit Ikan Kerapu di keramba kita ada yang mati," ujarnya.

Dikatakan Bisri, kelompok nelayannya mendapat bantuan 3.700 ekor bibit kerapu, terdiri dari Cantang dan Macan. Selain itu, kelompok juga menerima pakan ikan, mesin semprot air untuk membersihkan jaring yang kotor.

"Hingga saat ini, sudah diperkirakan 100 ekor bibit Ikan Kerapu Mancan yang mati dan 70 ekor bibit Ikan Kerapu Cantang," ungkapnya.

Tidak hanya itu, kelompok nelayan KJA Eruk Baga juga mengalami hal yang sama. Mereka mendapatkan bantuan 3.700 ekor bibit. Tahan pertama, mereka menerima 1.000 ekor bibit, terdiri dari 500 ekor bibit Kerapu Mancan dan 500 ekor bibit Kerapu Cantang. Tahap kedua, Desemeber 2017, mereka menerima tambahan bibit 2.700 ekor.

"Akibat hujan dan cuaca tidak menentu, tiap hari bibit ikan kerapu yang kita pelihara selalu ada yang mati.Jumlahnya, tidak dihitung, sudah malas kita mencatatnya, yang penting berapa yang tinggal, itulah rezeki kita," ujar Kamal, anggota kelompok nelayan KJA Eruk Baga. (can)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru