Ratusan Masyarakat Gunung Talang Datangi Mapolres Solok di Arosuka

Ratusan lebih warga yang menamakan dirinya Salingka Gunung Talang, saat mendatangi Mapolres Solok di Arosuka


AROSUKA (Metrans)
Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan dirinya dari Salingka Gunung Talang, mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Solok di Arosuka Jumat siang (29/12), menuntut dibebaskannya salah seorang warganya yang ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jumat dinihari tadi.

Kehadiran warga di mapolres tersebut terkait adanya penangkapan seorang warga Nagari Kampung Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar atas nama Andra (32) alias "Kacak" yang diduga  terlibat pembakaran mobil operasional PT Hitay pada Senin 22 November yang lalu. Warga meminta pihak Polres Arosuka melepaskan warganya yang ditangkap tersebut.

Sebelumnya, Andra alias Kacak terpaksa dijemput aparat Ditreskrimun Polda Sumbar pada Jum'at (28/12) jam 02.00 dinihari, lantaran tidak datang memenuhi  2 kali pemanggilan untuk memberikan keterangan terkait rusuh massa yang mengakibatkan 1 unit mobil operasional yang membawa pimpinan PT Hitay tersebut dibakar massa di lokasi sekitar kawasan pendirian geothermal.


Dari informasi yang dihimpun Metrans di lapangan, ratusan warga yang mendatangi Mapolres Arosuka dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil sekira pukul 10.00 Wib pagi.  Sampai selepas sholat Jum'at, warga hanya bisa bertahan di tepi jalan lintas Sumatera, lantaran gerbang mapolres dijaga puluhan anggota Dalmas dan 1 unit mobil water cannon.

Sementara itu, Kapolres Solok AKBP. Ferry Irawan S. Ik, yang langsung mendatangi  perwakilan warga dan pihak keluarga Kacak didampingi wali nagari kampung Batu Dalam dan ketua pemuda setempat di teras depan Satuan Lalu Lintas untuk berdialog. Dari dialog yang berlangsung cukup alot tersebut, pihak keluarga mengaku tidak puas dengan penangkapan Kacak yang dilakukan aparat Polda Sumbar yang dilakukan pada tengah malam. 

Keluarga merasa Kacak diperlakukan tidak adil, sebab selain Kacak banyak lagi pelaku yang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut. 

"Ini yang kami sesalkan, kenapa cuma dia saja yang ditangkap. Sementara pelakunya kan tidak sendiri. Kami tidak akan melindungi siapapun yang terbukti  bersalah," kata Malego, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Namun upaya untuk membawa kembali Kacak pulang ke rumah oleh warga yang datang ke Mapolrea Arosuka  tak membuahkan hasil, karena yang bersangkutan tidak berada di sel tahanan Mapolres Arosuka.

"Kehadiran kami disini datang secara damai untuk mempertanyakan nasib warga kami yang ditangkap polisi semalam. Kami tidak akan melakukan perbuatan melawan hukum," tambahnya.

Dari dialog yang dilakukan antara Kapolres dan perwakilan masyarakat, akhirnya disepakati untuk mengirim utusan warga Kampung Batu Dalam guna melihat kondisi Kacak yang sedang berada di tahanan Mapolda Sumbar. 

Namun aksi sempat sedikit memanas karena sebagian warga yang merasa tidak puas dengan hasil dialog itu mencoba merangsek masuk dan berteriak di luar gerbang mapolres. Namun upaya itu berhasil diredam oleh Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan yang turun untuk mendinginkan massa. 

Setelah selesai berdialig dengan pihak kepolisian, sekitar pukul 15.00 wib, warga kemudian bergerak pulang melewati Tugu Ayam Arosuka. Di tugu ayam tersebut warga berniat menggelar orasi, namun batal lantaran dihalau oleh 1 kompi personil Dalmas Polda Sumbar yang baru datang dari Padang. Warga pun berhasil dibubarkan dan pulang ke nagari Kampung Batu Dalam lewat jalur lintas  evakuasi  Arosuka Batu Bajanjang.

Ditambahkan Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan S. Ik, terkait penangkapan Andra (Kacak) yang diduga pelaku rusuh pada November lalu itu sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku. Mewakili Polda, pihaknya telah mengirimkan 2 kali surat panggilan, namun tidak dipenuhi. Untuk yang ke tiga, yang bersangkutan  terpaksa dijemput paksa oleh anggota Ditreskrimun Polda Sumbar dan langsung dibawa ke Padang untuk menjalani proses hukum.

"Hal tersebut sudah sesuai prosedur, yang bersangkutan sudah  dua kali tidak memenuhi panggilan polisi, ini sudah panggilan ketiga dengan penjemputan paksa," jelas kapolres.

Namun pihak Polres Arosuka berjanji akan memfalisitasi pihak keluarga yang ingin melihat kondisi Kacak di Mqpolda Sumbar, pihaknya  meminta Kasat Reskrim Polres Arosuka mendampingi ke Mapolda. 

"Hal ini kita lakukan agar pihak keluarga Kacak mengetahui kondisi yang sebenarnya, dan tidak menduga lagi kalau terduga Kacak masih berada di tahanan Mapolres," ujarnya.

Terkait kasus ini, Kapolres tidak menampik akan ada pengembangan terhadap para tersangka pelaku lain yang terlibat pada kerusuhan di Batu Bajanjang pada bulan lalu tersebut.

"Tentunya kasus ini akan terus dikembangkan oleh pihak Polda, dan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus tersebut," tutup Kapolres AKBP. Fery Irawan S.IK. (ad)

Editor :  Raihan Al Karim

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2017





Facebook Comments