KUNKER SPESIFIK KOMISI IX DPR RI

RSUD Ali Hanafiah Batusangkar Perlu Perhatian Khusus

Direktur RSUD Ali Hanafiah Batusangkar Afrizal Hasan (kiri) menjelaskan rencana pembangunan rumah sakit di hadapan Wakil Ketua Komisi IX DPR Syamsul Bachri (tengah), dan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi (kanan), dan anggota DPR lainnya di Batusangkar, Jumat (27/1).

BATUSANGKAR (Metrans)

Sembilan Anggota Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ali Hanafiah Batusangkar, Jumat (27/1).

“Setelah kita meninjau langsung kondisi gedung, sarana dan prasarana pendukung kesehatan, maka dapat disimpulkan RSUD Ali Hanafiah Batusangkar ini perlu perhatian khusus agar mampu melayani kesehatan masyarakat dengan baik,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Syamsul Bachri.


Rombongan Komisi IX DPR yang mengunjungi RSUD Ali Hanafiah Batusangkar itu adalah Betty Shadiq Pasadigoe, Suir Syam, Jhon Kennedi Aziz, Verna Gladies Merry Inkiriwang, Khaidir, Handayani, Adang Sudrajat, dan Siti Mufattahah.

Rombongan Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan dan tenaga kerja itu tiba di Batusangkar disambut Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Wabup Zuldafri Darma, Anggota DPRD Syamsul Bahri, Afrizal Moetwa, Kapolres AKBP Irfa Asrul Hanafi, Kajari M. Fatria, Sekda Hardiman, Dirut RSUD Batusangkar Afrizal Hasan, dan pimpinan SKPD lainnya.

Pada kesempatan itu, Syamsul menyebutkan Kementerian Kesehatan saat ini mencatat masih tinggi angka kematian ibu dan anak akibat minimnya infrastruktur dan sumber daya manusia yang ada di RSUD.

"Untuk itu, perlu dipacu kelengkapan infrastruktur yang kurang memadai di RSUD," tuturnya.

Ia mengatakan Komisi IX akan berupaya menganggarkan dana pada APBN Perubahan 2017 atau APBN 2018 untuk melengkapi infrastruktur rumah sakit sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan baik.

Selain itu, tambah Syamsul, kunjungan Komisi IX DPR ini juga untuk melihat kebijakan program pemerintah pusat tentang kesehatan masyarakat apakah sudah didukung dan dijalankan dengan baik oleh pemerintah daerah.

"Untuk itulah kami datang dan melihat langsung apa yang terjadi di daerah," katanya.

Syamsul juga ingin memastikan apakah pelayanan BPJS Kesehatan sudah berjalan dengan baik, jangan sampai ada pasien yang ditanggung BPJS membeli obat menggunakan uang sendiri karena alasan obat tidak tersedia di rumah sakit.

"Kalaupun benar obat tidak tersedia itu mutlak tanggung jawab rumah sakit untuk membelinya,” kata Syamsul saat berdialog dengan beberapa pasien yang sedang berada di loket pengambilan obat.

Sementara itu, Bupati Irdinansyah Tarmizi menyampaikan kondisi RSUD Ali Hanafiah Batusangkar masih banyak kekurangan infrastruktur sehingga pelayanan kesehatan masyarakat kurang berjalan dengan baik.

"Untuk itu, kita berharap Komisi IX DPR dapat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat membantu anggaran guna membangun rumah sakit yang lebih representatif," katanya.

Bupati menjelaskan kondisi rumah sakit kebanggaan masyarakat Luhak Nan Tuo ini cukup memprihatinkan, dimana ruangannya sempit, bangunannya sudah lama dan bisa dibilang tidak layak lagi untuk melakukan pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Namun demikian, kita tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," tutur Irdinansyah.

Pada kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih atas kunjungan Anggota Komisi IX DPR RI ke Tanah Datar, karena selama masa pemerintahannya baru petama kali menerima kunjungan anggota DPR RI.

"Melalui Bapak dan Ibu anggota Komisi IX DPR RI yang terhormat, kami tumpangkan harapan besar untuk pembangunan infrastruktur rumah sakit ini ke depan agar lebih baik lagi," tuturnya.

Direktur RSUD Ali Hanafiah Batusangkar Afrizal Hasan menyebutkan saat ini rumah sakit memiliki belasan dokter spesialis dan umum dengan kunjungan pasien setiap hari sekitar 300-400 orang setiap hari.

"Kunjungan itu menunjukan tingkat kepercayaan warga berobat ke rumah sakit cukup tinggi namun perlu ditunjang fasilitas dan infrastruktur yang lengkap dan memadai sehingga seluruh pasien dapat terlayani dengan baik," katanya.

Ia mengatakan pihaknya sudah membuat rancangan desain dan anggaran pembangunan rumah sakit yang lebih representatif senilai puluhan miliar rupiah. (ik)


Jangan Lewatkan