Bakal Temui Presiden di Ranah Minang

Sarman El Hakim Terus Kampanyekan Indonesia Tuan Rumah PD 2022

Sarman El Hakim bersama wartawan olahraga usai berduskusi tentang peluang Indonesia menjadi tuan rumah PD.

PADANG (Metrans)
Pegiat sepakbola nasional asal Sumbar, Sarman El Hakim tidak pernah patah semangat untuk terus memperjuangan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia (PD) 2022 mendatang. Meski peluang untuk menjadi tuan rumah ini sangat kecil, karena pada tahun 2022 ini FIFA telah menetapkan Qatar sebagai tuan rumah.

"Waktu kita masih ada 2 minggu lagi sebelum pelaksaan Piala Dunia 2018. Saaya masih optimitis Indonesia akan dipercaya menggantikan Qatar sebagai tuan rumah 2022 menggantikan Qatar yang saat ini tengah dikucilkan negara-negara Arab dan Mesir dan Eropa," ujar Saarman kepada wartawan olahraga Sumbar di Padang, Minggu (20/5)
Katanya, sengan adanya boikot tersebut, kemungkinan Qatar batal berpartisipasi dan menggelar Piala Dunia 2022 sehingga kekosongan tuan rumah Piala Dunia bisa diambil alih Indonesia.

"Kemungkinan Qatar digantikan oleh Indonesia cukup beralasan karena Jepang dan Korsel sudah 2002 sebagai host bersama," jelasnya dalam pertemuan.


Sedangkan Australia, lanjut Sarman, sudah menolak dengan dasar melindungi olahraga favorit di negaranya, rugby dan cricket.
Pria asal Agam ini menyatakan nama Indonesia saat ini menjadi satu dari sekian negara besar yang masuk dalam 'bidding' calon tuan rumah Piala Dunia.

Sarman dikenal getol mengampanyekan, termasuk melakukan lobi-lobi diplomatik ke beberapa negara untuk mendukung Indonesia sebagai tuan rumah event bergengsi sepakbola dunia tersebut. Jerih payahnya selama bertahun-tahun dimulai tahun 2009 itu dilakukan atas inisiatif sendiri tanpa bantuan donatur selama perjalanannya keliling dunia.
Agar perjuangannya ini mendapat dukungan dari semua lapisan, terutama pemerintah, rencananya hari ini akan menemui presiden yang akan berkunjung ke Sumbar, Senin (21/5).

"Kedatangan saya ke Sumbar, selain untuk meminta dukungan juga akan menemui peresiden yang akan berkunjung ke Ranah Minang. Soalnnya waktu kita tinggal beberapa hari lagi jelang pembukaan Piala Dunia di Rusia," terangnya. (can)


Jangan Lewatkan