oleh

OPERASI ZEBRA BERAKHIR

Satlantas Polresta Padang Tindak 4.082 Pengendara, Meningkat Signifikan Dibanding Tahun Lalu

PADANG (Metrans)

Operasi Zebra Singgalang 2019 telah usai. Selama pelaksanaan operasi tersebut, yang berlangsung sejak tanggal 25 Oktober hingga 5 November ini, Satlantas Polresta Padang melayangkan surat tilang sebanyak 4.082. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah tersebut terlihat meningkat secara signifikan.

Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Asril Prasetya mengatakan, pada pelaksanaan Operasi Zebra Singgalang 2018 lalu, tercatat sebanyak 2.877 surat tilang dilayangkan kepada para pengendara yang melanggar. Namun pada tahun ini, 4.082 pengendara yang melanggar ditindak.


"Beranjak dari hal tersebut, semakin kurangnya tingkat kesadaran masayarakat untuk mematuhi aturan-aturan dalam berlalu lintas, seperti tidak menggenakan helm, pelanggaran SIM, STNK dan lainnya," sebut Asril, Selasa (5/11).

Ia mengatakan, dari jumlah pelanggaran yang ditindak, masih didominasi oleh pengendara motor yang melakukan pelanggaran mulai dari melawan arus hingga tak menggunakan helm berstandar nasional.

Selain itu, lanjut dia, juga ada pengendara yang di bawah umur, tidak memiliki SIM, dan kelengkapan surat-surat kendaraan yang tidak lengkap, serta masih adanya yang menggunakan handphone (HP) saat berkendara.

"Pada operasi zebra tahun ini, Satlantas Polresta Padang juga memfokuskan penindakan terhadap angkot yang sering terlihat ugal-ugalan, serta masih banyaknya ditemui sopir yang tidak memiliki SIM yang sesuai dengan peruntukan," sambungnya lagi.

Lebih lanjut kata dia, selama operasi, pihaknya telah menilang angkot sebanyak 50 angkot dan mengandangkan 7 angkot. Itu merupakan razia gabungan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk penindakan angkot yang tidak mengantongi buku KIR dan langsung ditindak oleh pihak Dishub.

"Untuk itu, kami kembali mengimbau kepada pengendara untuk tertib dalam berlalu lintas, mengerti dalam berlalu lintas, dan yang paling penting adalah mentaati peraturan lalu lintas adalah demi keselamatan bersama untuk semua pengguna jalan," tutupnya.

Sementara berdasarkan data, pada tahun 2018, pelanggaran hingga dikeluarkannya tilang diantaranya SIM sebanyak 1.497, STNK sebanyak 1.194 dan 186 unit kendaraan juga dikandangkan akibat tak dapat menunjukkan surat-surat berkendara.

Jika dibanding tahun 2019, jauh lebih tinggi yakni kepemilikan surat-surat kendaraan yang tidak lengkap seperti SIM sebanyak 2.068 pelanggaran, STNK 1.709 pelanggaran, serta adanya kendaraan yang disita sebanyak 305 kendaraan bermotor.

[Buliza Rahmat]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru