Satpol PP Jaring 7 Remaja yang Balap Liar di Belakang Kantor Walikota Padang, 5 Unit Motor Disita

Kasat Pol PP Kota Padang, Al Amin saat mendata dan memberikan nasihat kepada para remaja yang melakukan aksi balap liar di belakang Balai Kota Padang, Senin (9/12). (Foto: dok Humas)

PADANG (Metrans)

Satpol PP Kota Padang menjaring tujuh orang remaja yang melakukan latihan sekaligus balap liar di kawasan Air Pacah, tepatnya di belakang Balai Kota Padang, Senin (9/12) sekira pukul 17.40 WIB. Selain itu, petugas juga menyita lima unit sepeda motor yang digunakan mereka untuk balap liar.

Diketahui, aktivitas latihan dan balap liar ini nyaris setiap hari dilakukan oleh para remaja di lokasi tersebut. Sehingga menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban umum warga sekitar.


Kasatpol PP Kota Padang, Al Amin membenarkan bahwa personelnya telah mengamankan tujuh orang remaja serta lima unit motor terkait aksi balap liar ini. Ia menyebut, lokasi jalan baru di belakang Balai Kota tersebut sering dijadikan arena balap motor, sehingga hal tersebut harus diantisipasi dan dilakukan pengawasan.

"Kepada tujuh orang remaja yang terjaring ini, kami pesankan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain menimbulkan keresahan warga sekitar, juga sangat berbahaya untuk keselamatan mereka," ungkap Al Amin.

Ia mengatakan, untuk proses lebih lanjut, orang tua dari para remaja ini wajib datang ke Mako Satpol PP, agar mereka tahu perbuatan anak-anak mereka di luar, sehingga ke depanya mereka tidak lagi mengulangi perbuatan mereka ini.

"Orang tua mereka wajib datang ke Mako Satpol PP agar mereka tahu kelakuan anak mereka," kata dia di hadapan para remaja yang terjaring.

Saat memberikan nasihat, Al Amin pun meminta kepada salah seorang dari mereka untuk membacakan bacaan Shalat serta  masing-masing mereka juga diminta untuk membacakan ayat-ayat pendek pada Al-Qur'an.

"Setelah didata oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka yang diketahui oleh orang tuanya, barulah mereka diperbolehkan pulang ke rumah mereka masing-masing," pungkasnya.

Diketahui, setelah dijaring petugas, para pelaku langsung digiring ke Mako Satpol PP untuk didata. Dari hasil pendataan, diketahui rata-rata mereka masih berstatus pelajar. Kepada petugas mereka berkilah kalau mereka di lokasi tersebut hanya melihat-lihat saja.

Namun berdasarkan pantauan, salah seorang dari para remaja tersebut dijaring petugas saat sedang memakai baju balap (wearpack). Sepeda motor dan remaja itu pun langsung digiring ke truk Dalmas Satpol PP.

[*/Raihan Al Karim]


Jangan Lewatkan