oleh

SEBAGAI SEKOLAH ADIWIYATA

SDN 18 Balai Satu Dinilai Tim Propinsi Sumbar

LUBUK BASUNG (Metrans)

Sekolah Dasar Negeri 18 Balai Satu Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Selasa (2/5) dinilai tim penilai sekolah Adiwiyata Propinsi Sumatera Barat.

Kedatangan tim disambut oleh Kasi Kajian Dampak Lingkungan BPLH Kabupaten Agam Yosi Sanita, Camat, Kapolsek, Kepala UPT Pendidikan TK/SD & Luar Sekolah Kecamatan Lubuk Basung, pengawas, kepala sekolah, dan siswa SD setempat.


Dalam pemberian sambutan Kepala UPT Pendidikan TK/SD & LS Kecamatan Lubuk Basung M. Hadi menyampaikan bahwa tahun ini Kecmatan Lubuk Basung mengusulkan 2 sekolah untuk dinilai, yaitu SDN 40 Surabayo dan SDN 18 Balai Satu, namun saat ini baru yang dinilai tim propinsi adalah SDN 18 Balai Satu ini.

Berhubung masih banyak kekurangan dari SD ini, M. Hadi memohon kepada tim penilai propinsi untuk dapat memberikan pembinaan dan petunjuk sehingga dapat memenuhi syarat untuk mengikuti penilaian ke tingkat nasional.

Sementara itu dalam eksposenya Kepala SDN 18 Balai Satu Kecamatan Lubuk Basung Efnita menyampaikan bahwa dirinya baru melaksanakan tugas di sekolah ini April 2015. Sebelumnya sekolah ini terasa kurangnya penghijauan, sampah-sampah berserakan tak terurus.

Diungkapkan, dengan jalinan kerja sama dengan pengurus komite beserta warga sekolah ia mulai membenahi sekolah mulai dari penanaman bibit, memanfaatkan sampah-sampah yang bisa didaur ulang dan pengolahan sampah menjadi kompos, penataan halaman sekolah dan pembenahan lainnya yang akhirnya dapat mengantarkan sekolah ini untuk dapat mengikuti 8 besar hasil penilaian tingkat kabupaten dan menjadi 4 besar penilaian tingkat propinsi ini.

Lebih jauh Efnita yang sebelumnya sudah berhasil membawa 2 sekolah ke penilaian adiwiyta tingkat nasional yaitu SDN 49 Batu Hapar dan SDN 09 Balai Satu ini menambahkan, bahwa untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap peduli lingkungan pihaknya juga membawa warga sekolah melaksanakan gotong royong peduli lingkungan ke kantor camat, kantor wali nagari, ke pasar-pasar dan tempat-tempat vital lainnya.

Senada dengan itu Ketua Tim Penilai Propinsi Dasril menyampaikan bahwa saat ini ada 113 calon sekolah adiwiyata yang dinilai yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat dan 13 sekolah di Kabupaten Agam namun yang masuk verikasi hanya 8 sekolah, salah satunya adalah SDN 18 Balai Satu ini.

Dasril berharap pegolahan sampah dan peduli lingkungan diawali dari sekolah. Manfaat kegiatan ini selain bernilai pendidikan juga menanamkan pembiasaan kepedulian terhadap lingkungan bagi setiap individu.

“Kita menargetkan 5.300 sekolah yang ada di Propinsi Sumatera Barat menjadi sekolah adiwiyata semua, walaupun baru 460 sekolah yang sudah masuk adiwiyata sekarang,” paparnya.

Akhirnya Dasril barharap sekolah-sekolah lain akan termotivasi untuk mengikuti program adiwiyata ini ke depan.

Dikatakan tim penilai sekolah adiwiyata tingkat propinsi terdiri dari 47 orang dengan melibatkan dinas-dinas terkait, Balitbang, Kementerian Agama, LSM, wartawan, dan beberapa perguruan tinggi.


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru