oleh

BERI KULIAH UMUM DI UNP

Sekjen Menhan: Bela Negara Kewajiban Bersama

PADANG (Metrans)

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen-Menhan RI), Laksamana Madya Widodo yang membacakan sambutan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, menyatakan pertahanan negara bukan semata-mata tugas dan tanggungjawab TNI.

Sambutan Menhan yang dibacakan Sekjen Menhan itu menegaskan pertahanan negara tugas dan tanggungjawab dalam bentuk hak serta kewajiban setiap rakyat bangsa dan negara Indonesia.  Sambutan itu dalam Kuliah Umum Bela Negara di Gelanggang Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (18/12).


Sekjen Menhan yang didampingi Prof. Dr. Ganefri, Ph.D selaku Rektor UNP, dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, juga menyebutkan esensi program bela negara untuk menanamkan dan menumbuhkan kesadaran bela negara kepada seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya agar setiap rakyat memiliki sikap berani serta rela berkorban demi bangsa dan negaranya

 “Ada empat kebijakan prioritas program bela negara ini, yaitu strategi pertahanan rakyat semesta, mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme, kepedulian tehadap anak jalanan atau anak telantar, serta kebijakan dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa. Ini kewajiban kita bersama,” sebutnya dihadapan ratusan mahasiswa dari sepuluh perguruan tinggi di Sumbar.

Dalam sambutan itu Sekjen Menhan juga menyatakan dalam era modernisasi dan globalisasi saat ini, selain ancaman berbentuk fisik yang nyata, negara juga menghadapi ancaman non-fisik yang sangat nyata relatif lebih besar. Menurutnya jika tidak waspada dan antisipasi sangat membahayakan eksistensi dan kedaulatan NKRI.

“Saat ini ancaman yang kita hadapi lebih besar, yaitu ancaman terhadap ideologi Pancasila dan Kebhinekaan, oleh serangan ideologis dengan kekuatan “soft power” melalui ideologi asing. Perang modern seperti ini bisa dicegah dengan program bela negara,” jelasnya.

Sementara itu Rektor UNP Prof. Dr. Ganefri, Ph.D menyebutkan Kuliah Umum ini sebagai rangkaian kegiatan Hari Bela Negara, setiap 19 Desember, yang pada tahun 2016 ini dipusatkan di Padang, Sumbar. Ia juga mengatakan mahasiswa sebagai generasi muda perlu ditanamkan sikap dan jiwa cinta tanah air.

Pada sambutannya, ia menyampaikan bahwa di Sumbar terdapat 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan 105 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kemudian, dari 103 Perguruan Tinggi (PT) tersebut akan menandtangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemenhan usai acara. Adapun sepuluh PT tersebut yaitu UNP, Unand, UBH, IAIN, Unes, UPI YPTK, UMSB,  STKIP PGRI, STKIP Adzkia, dan IAIN Bukittinggi.

“Khusus di UNP berusaha memasukkan materi bela negara dalam kurikulum, salah satunya sebagai mata kuliah pilihan, dan nanti kita akan berkoordinasi dengan Universitas Pertahanan (Unhan),” paparnya.

Selanjutnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan NKRI mutlak harus utuh dan tidak boleh terpecah-belah, apalagi oleh pengaruh pihak asing. Ia berpendapat semua elemen dan rakyat Indonesia harus ikut bela negara, sebagai bukti cinta tanah air. Selain itu, menurutnya bangsa yang sudah diperjuangkan berdara-darah oleh para pahlawan harus dijaga keutuhannya.

“Kita harus cinta tanah air, kita juga harus siap bela negara. Kalau bukan kita, siapa lagi,” katanya. (why)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru