oleh



Selangkah Lebih Maju, UBH Gandeng Ditjen Binalattas Kemnaker RI

PADANG (Metrans)

Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, tampaknya selangkah lebih maju dibanding kampus lain yang ada di Indonesia. Betapa tidak, civitas akademika UBH disebut sebagai perguruan tinggi pertama kali menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dalam melakukan pelatihan peningkatan kompetensi mahasiswa.

Kerjasama ini dibuktikan dengan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatangan kesepakatan bersama, antara Rektor UBH Prof.Dr. Azwar Ananda, M.A., dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) Kemnaker RI, Bambang Satrio Lelono di Balairung Caraka UBH Padang, Selasa (10/4).


Langkah ini menurut Rektor UBH, Prof.Dr. Azwar Ananda, M.A., sebagai upaya meningkatkan mutu lulusan yang berdaya saing. Ia menilai kerjasama ini untuk lebih memberi peluang kepada mahasiswa UBH dalam mengikuti pelatihan kompetensi.

“Pelatihan ini sebagai bentuk perubahan bagi lulusan UBH ke depannya, sebab UBH satu-satunya kerjasama Kemnaker RI sekaligus praktik langsung di BLK. Dengan harapan, lulusan UBH semakin siap pakai oleh dunia industri,” ujar Azwar usai MoU di hadapan ratusan civitas akademika UBH.

Ketua Pelaksana, Ir.Iman Satria, ST., MT., menambahkan tujuan pelatihan ini selain menyiapkan lulusan berdaya saing, juga untuk menyongsong kemajuan teknologi saat ini. Menurutnya saat ini dunia sedang memasuki Industri 4.0 sebagai revolusi industri generasi keempat.

Ia memaparkan, Industri 4.0 ini merupakan pola baru distruprif teknologi, sebagai otomasi dan pertukaran data terkini diberbagai teknologi industri. Dengan kehadiran Industri 4.0 sebagai “pabrik cerdas” yang mencakup sistem siber, internet, big data ini, UBH harus menyikapi dengan bijak.

“Untuk menyongsong Industri 4.0 ini, UBH harus bergerak cepat dengan berbagai terobosan dan semakin berbenah. Upaya yang dilakukan yakni menjalin kerjasama dengan pelaku industri, lembaga pemerintah, meningkatkan kompetensi lulusan, membenahi kurikulum sesuai kebutuhan industri kerja,” paparnya.

Sementara Ditjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono mengatakan bahwa selama ini PT masih memakai paradigma lama. Maksudnya, hanya menyatakan siap pakai, tapi belum mampu mewujudkan lulusan yang benar-benar siap pakai dan berdaya saing.

“UBH merupakan kampus yang pertama di Indonesia melakukan kerjasama dan pelatihan bersama BLK Padang di bawah tanggungjawab Ditjen Binalattas, agar lebih terampil dan kompeten,” ungkap Bambang usai acara. (why)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru