oleh



Sempat Mengeluh Sakit, Arman Samangalaili Meninggal di Atas Bus NPM

PADANG (Metrans)

Datangnya ajal, tak mengenal siapa, kenapa dan dimana. Seperti yang menimpa Arman Samangalaili (32), warga Mentawai yang meninggal di dalam bus NPM dalam perjalanannya dari Bogor ke Padang, untuk pulang ke kampungnya di Mentawai.

Menjelang korban menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat mengeluh sakit kepada saksi yang duduk disampingnya. Namun hal itu terjadi ketika bus sedang melaju dari terminal Baranang Siang Bogor tujuan Padang.


Saksi yang duduk di sebelah korban, Rayhan Sania Oktavia (32) mengatakan, saat itu korban naik bus NPM BA 7652 dan berangkat dari Bogor pukul 10.00 WIB dan mengatakan Ia akan pulang kampung ke Mentawai untuk berobat.

"Dalam perjalanan, korban sempat mengeluh kepada saya tentang sakit pada bagian dadanya. Karena sakit itu ia ingin pulang kampuang untuk berobat," ujar saksi menceritakan kejadian, Jumat (18/10).

Ditambahkannya, bus itu terus melaju menuju Padang. Sesampai di loket Pool NPM Jalan Juanda Padang, ia mencoba untuk membangunkan korban karena tujuan telah sampai. Namun ketika itu korban tak lagi bergerak dan terus mencoba membangunnya.

"Sesampai di loket, saya pun meminta kepada seseorang untuk mencek kondisi korban. Ternyata setelah diperiksa, denyut nadinya sudah tidak ada dan sudah meninggal dunia," terang saksi lagi.

Setelah mengetahui korban dinyatakan meninggal, beberapa saat kemudian datanglah anggota dari kepolisian setelah ia memberitahu kepada petugas loket di Pool NPM Jalan Juanda Kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat Kota Padang.

Menyikapi kejadian tersebut, Kasatreskrim Polresta Padang AKP Edriyan Wiguna mengatakan, setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung memerintahkan tim identifikasi menuju ke lokasi untuk di lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Tim Identifikasi Polresta Padang melakukan olah TKP serta membawa mayat ke rumah sakit Bhayangkara, sambil menunggu kedatangan pihak keluarga korban," ujar Kasatreskrim tersebut.

Kemudian berdasarkan permintaan dari pihak keluarga, sambung Edriyan, pihak keluarganya menolak untuk dilakukan Visum. Selanjutnya korban langsung dibawa ke kampuang halaman di Mentawai oleh pihak keluarga. (Buliza Rahmat)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru