oleh

HILANG DI KELOK 9

Sendal Ditemukan, Keberadaan Amreh Santoso Masih Misteri

SARILAMAK (Metrans)

Keberadaan Amreh Santoso (37) yang hilang sejak Senin (25/3) sekira pukul 02.00 WIB dinihari di kawasan Kelok 9 usai "buang air", masih menjadi misteri. Berbagai cerita mistis pun mulai mengemuka di beberapa kalangan.

Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan baik dari Basarnas, Relawan RAPI, Kelompok Siaga Bencana, TNI, Polri, Masyarakat dan kelompok organisasi lainnya, mulai menemui titik terang, dengan ditenemukannya sepasang sendal yang digunakan Amreh mengapung di aliran sungai Sanipan. Sendal yang ditemukan itu juga dibenarkan oleh sepupu Amreh yang hingga kini masih bertahan di Kelok 9 untuk menunggu kepastian keberadaan adiknya itu.


"Iya, kemarin sore tim gabungan menemukan sepasang sendal milik Amreh. Sepasang sendal yang ditemukan tersebut juga dibenarkan oleh pihak keluarganya," kata Aris, salah seorang relawan RAPI, Selasa (26/3) di lokasi pencarian.

(Baca juga: Amreh Hilang di Kelok 9 Usai 'Buang Air', Keluarga 'Dihantui' Pesan Singkat)

Menurutnya, penemuan sepasang sendal tersebut berlangsung dua tahap. Tahap pertama, sendal kulit tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB tak jauh dari lokasi Amreh dilaporkan hilang saat dia mau buang hajat. Sedangkan tahap kedua, sendal tersebut ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. Sepasang sendal yang ditemukan itu berjarak sekitar 100 meter dari lokasi Amreh buang hajat.

Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Robby Saputra mengatakan, tim gabungan melakukan pencarian dengan cara melakukan penyelaman Batang Sanipan dan menyusuri jalan setapak hingga ke dinding Bukit di samping jalan kelok 9 mencapai radius 5 kilometer dan sampai ke puncak bukit jalan kuda waktu zaman Belanda.

"Iya, kawan-kawan Basarnas juga telah melakukan penyelaman di aliran Batang Sanipan, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan Amreh. Selain itu tim gabungan juga telah menyisir jalan setapak, hutan dan rimba disekitar lokasi Kelok 9," sebutnya.

Upaya pencarian Amreh juga dilakukan secara tradisional oleh masyarakat sekitar dengan cara membunyikan ganto atau lonceng yang biasanya dipakai di leher sapi. Pencarian dengan membunyikan ganto tersebut dilakukan sore hingga menjelang senja.

"Namun, usaha pencarian berbau mistis tersebut tidak membuahkan hasil. Sore ini proses pencarian memakai alat bunia sejenis ganto tersebut akan kita lanjutkan," ungkap Wali Jorong Ulu Aia, Iskarmon Basir.

Kawasan Angker

Iskarmon Basir mengungkapkan bahwa kawasan Kelok 9 atau lokasi hilangnya Amreh Santoso, memang dikenal sebagai kawasan angker.

"Berat dugaan, dia hilang dibawa makhluk halus. Soalnya, kawasan Kelok 9 ini ada penghuninya. Maksudnya, ada makhluk halus yang sering muncul pada malam hari di sekitar kawasan Kelok 9 ini, seperti gerombolan anak-anak kecil bertelanjang berlari-lari melintas dijalan lalu hilang di hutan kaki bukit jembatan Kekok 9 ini," ungkap Iskarmon Basir.

Iskarmon Basir bahkan menceritakan bahwa, pernah suatu kali dia mengalami saat dia sedang menyetir kendaraan, tiba-tiba saja sudah duduk saja seorang wanita disampingnya.

“Pas dipuncak Kelok 9 wanita itu turun, meski kendaraan yang saya kemudikan masih dalam kondisi berjalan,” ujar Iskarmon Basir sekaligus mengakui hal-hal aneh itu sudah biasa dialami warga Ulu Aia.

Cerita berbau mistis itu juga diungkapkan seorang pedagang sate yang enggan ditulis namanya. Menurutnya, dia juga sering melihat wanita berambut panjang melintas di jalan Kelok 9 ini lalu menghilang dalam semak belukar.

“Artinya, kawasan jembatan Layang Kelok 9 ini memang angker. Makanya saya yakin, pria bernama Amreh Santoso yang hilang itu mungkin dilarikan makhluk halus lantaran dia merasa terusik atas kehadiran orang yang buang hajat seenaknya," katanya mengakhiri. (*)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru